Demo Game 'Fractals Of Destiny' di BEKRAF Gameprime 2019
BEKRAF Gameprime 2019 hadirkan berbagai game karya anak bangsa (Foto: gameprime)
BADAN Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Game Prime 2019 yang digelar selama dua hari tanggal 13 dan 14 Juli 2019 di Balai Kartini Jakarta, mendatangkan puluhan pengembang game asli Indonesia. Tak heran jika kamu berkunjung kesana kamu akan menemukan puluhan game-game dengan berbagai genre. Mulai dari Role Play Gaming (RPG), Board Game, Arcade, Simulator, Strategy, dan sebagainya.
Dalam BEKRAF Game Prime (BGP) 2019, salah satu game RPG yang menarik perhatian pengunjung yaitu Fractals Of Destiny buatan Krakatoa Studios. Memang game ini belum bisa kamu unduh atau beli dimanapun, tetapi jika kamu mengunjungi BGP kamu bisa mencoba demo game ini.
Baca juga:
Fractals of Destiny, Game Karya Anak Bangsa yang Akan Membuatmu Kagum
Salah satu karyawan dari Krakatoa Studios mengatakan, game ini bercerita tentang aksi petualangan menjaga perdamaian seluruh planet yang dipimpin sebuah organisasi bernama United Alliace (UA). Namun ada sekelompok orang yang ingin merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara termasuk kekerasan.
Karakter utama dalam game ini adalah Zerva, seorang jendral di UA yang memiliki peranan dalam menjaga perdamaian. Misi Zerva kali ini adalah mencari tahu siapa yang akan bertanggung jawab dengan semua kekacauan yang telah terjadi. Selama menjalankan misinya, Zerva akan menghadapi rintangan yang tidak mudah dan harus mengalahkan ratusan musuh dalam waktu yang sama.
Game ini memiliki kualitas gambar yang bagus, karena dibuat menggunakan teknologi Unreal Engine 4. Namun saat tim merahputih.com mencobanya, sedikit sulit untuk mengendalikan berbagai macam jurus dan serangan karakter dalam game. Tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan bagi Krakatoa untuk membenahinya, sebagaimana game ini belum 100% selesai
Baca juga:
Tetapi kamu harus bangga dengan pengembang game karya anak bangsa yang satu ini, Krakatoa Studios dengan hebat membuat game RPG dengan kualitas yang dapat memanjakan mata kamu.
Tak kalah dengan game-game dari pengembang luar negeri. Mungkin ketika game ini rampung dalam pengembangannya, bisa mengalahkan puluhan bahkan ratusan game lain dengan genre yang sama. (ape)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
AFC FUTSAL ASIAN CUP 2026: Timnas Indonesia Kalahkan Korea Selatan dengan Skor 5-0
Lirik Lengkap Lagu Wajib Nasional 'Mengheningkan Cipta', Penuh Makna Syahdu nan Khidmat
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Sidharto Ditunjuk Wakili RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Janjikan Kepemimpinan Inklusif
Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Tugas & Kewenangannya
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak