Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Demi Love for Sale, Della Dartyan Belajar Jadi Feminin

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 29 Agustus 2017
Demi Love for Sale, Della Dartyan Belajar Jadi Feminin

Della Dartyan (Foto: merahputih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Artis pendatang baru Della Dartyan mengaku bahwa ia seorang tomboi. Namun, demi totalitas di film Love for Sale, ia melupakan sejenak sifatnya itu. Hal itu disebabkan perannya sebagai cewek feminin pada film terbaru keluaran Visinema Pictures itu.

Dalam film karya sutradara Andjbachtiar Yusuf tersebut, Della akan berperan sebagai Arini, seorang wanita yang diajak kencan oleh Richard (Gading Marten). Della yang jarang mengenakan rok terpaksa tampil dalam balutan rok dalam film tersebut.

"Sebenarnya aku ini cuek dan tomboi. Di film ini aku harus feminin. Padahal, aku tomboi jadi harus belajar memakai rok dan cara duduknya ala cewek deh," ungkap perempuan berusia 28 tahun itu kepada para awak media saat diwawancarai di Gordi HQ, Jakarta Selatan, Selasa (29/8).

Della menambahkan, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia akan berperan maksimal dalam film yang juga diproduseri Chicco Jerikho itu.

"Pokoknya ini akan jadi pengalaman berharga buat aku dan aku akan melakukan yg terbaik," tutup wanita bertubuh langsing itu.(*)

Cerita selebritas lainnya di Beyonce Bantu Korban Badai Harvey

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan