Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Demi Keamanan, Trump Larang AS Transaksi dengan ByteDance

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 07 Agustus 2020
Demi Keamanan, Trump Larang AS Transaksi dengan ByteDance

Trump juga melarang warganya untuk tidak bertransaksi menggunakan WeChat. (Foto: DW)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PRESIDEN AS Donald Trump resmi mengeluarkan perintah eksekutif mengenai pemblokiran transaksi dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, ByteDance. Perintah tersebut mengikuti pernyataan Trump beberapa waktu lalu yang khawatir dengan keamanan data warga AS oleh Tiongkok. Larangan transaksi tersebut akan dilakukan dalam rentang waktu 45 hari.

Seperti yang diketahui, ByteDance merupakan perusahaan induk dari TikTok yang didirikan oleh Zhang Yiming pada 2012 silam. Trump mengklaim bahwa aplikasi seperti TikTok secara diam-diam mencuri data publik untuk disetor kepada Partai Komunias Cina. Ia juga berpendapat bahwa TikTok menghadirkan ancaman nasional karena kepemilikannya di Tiongkok.

Baca juga:

Samsung Rilis Galaxy Note 20 dan Note 20 Ultra, Intip Spesifikasinya

“Penyebaran terus mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS,” ujar Trump mengutip The Verge.

“AS harus mengambil tindakan agresif terhadap pemilik TikTok demi melindungi keamanan nasional kita,” lanjutnya.

Dalam perintahnya tersebut, Trump menamai Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional sebagai otoritas, serta Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional yang secara efektif menyebut operasi lanjutan TikTok di AS sebagai darurat nasoinal.

ByteDance sendiri juga memiliki kantor pusat di AS, tepatnya di wilayah selatan California. TikTok sebenarnya sudah diunduh sebanayak 175 juta kali di AS dan lebih dari satu miliar kali di dunia. Tidak hanya ByteDance, Trump juga melarang AS untuk bertransaksi dengan WeChat, sebuah aplikasi milik raksasa teknologi Tencent yang berbasis di Tiongkok.

Baca juga:

New Normal, Outfit Perempuan Paling Banyak Diminati di Situs E-Commerce

Jika diperhatikan, larangan tersebut akan dimulai tidak lama setelah tenggat waktu negosiasi Microsoft dengan ByteDance, yakni 15 September 2020. Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Trump tidak akan melarang TikTok kecuali perusahaan AS membeli TikTok. Microsoft pun tengah berupaya membeli operasional TikTok di AS agar aplikasi video itu bisa bertahan.

Memberi kesempatan kepada perusahaan AS hingga 15 September 2020. (Foto: Daily News Hub)
Memberi kesempatan kepada perusahaan AS hingga 15 September 2020. (Foto: Daily News Hub)

Mengutip Deadline, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan TikTok dapat mengumpulkan data pribadi AS melalui pengenalan wajah, informasi tempat tinggal, nomor telepon, dan teman-teman yang terhubung dengan pengguna.

“Pengumpulan data ini memungkinkan Partai Komunis Cina mengakses informasi pribadi dan hak milik orang Amerika,” kata Pompeo.

Beberapa hari lalu, CEO Microsoft Satya Nadella mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan Trump mengenai kemungkinan mengambil bagian TikTok yang berbasis di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. (And)

#Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - 2 jam, 36 menit lalu
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Tekno
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
OPPO Find X10 Pro Max kabarnya akan membawa tiga kamera 200MP. HP tersebut digadang-gadang sebagai flagship paling gahar.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
Tekno
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Spesifikasi Redmi Note 17 dan Note 17 Pro kini sudah terungkap. HP itu akan rilis 14 Juli 2026.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Tekno
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra akan rilis 22 Juli 2026. Kini, bocoran harganya sudah terungkap.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Tekno
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Max Naik Drastis, Ternyata ini Penyebabnya
Biaya produksi iPhone 18 Pro Max kemungkinan akan naik. Hal itu dikarenakan harga komponennya meningkat hampir Rp 5,4 juta.
Soffi Amira - Jumat, 10 Juli 2026
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Max Naik Drastis, Ternyata ini Penyebabnya
Bagikan