Demi Ekonomi Melejit, Menteri Keuangan Era Prabowo Wajib Punya Keahlian Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 04 Oktober 2024
Demi Ekonomi Melejit, Menteri Keuangan Era Prabowo Wajib Punya Keahlian Ini

Presiden terpilih Prabowo Subianto.(foto: dok Tim media Prabowo Subianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN terpilih Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen. Pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menyarankan agar Prabowo mesti memilih menteri keuangannya secara matang untuk mewujudkan ambisinya itu.

Menurut Achmad, posisi menteri keuangan memerlukan figur yang tidak hanya berpengalaman. ”Diperlukan sisik yang juga inovatif, visioner, dan mampu memecahkan masalah struktural yang telah menghambat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir,” kata Achmad dalam keteranganya, Kamis (3/10).

Menurut Achmad, kriteria pertama yang harus dimiliki menkeu di era Prabowo ialah pemahaman mendalam terhadap kebijakan fiskal dan moneter. Di tengah tantangan global seperti krisis ekonomi dan ketidakpastian pasar internasional, menkeu harus mampu merumuskan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan penerimaan negara.

Mengelola defisit anggaran secara bijak menjadi salah satu prioritas utama. Dalam konteks defisit yang mencapai mendekati dari 3 persen, menjaga agar defisit tidak semakin membesar dan mengarah kepada krisis fiskal menjadi salah satu tugas utama. “Ini yang harus dihadapi menteri keuangan,” tutur Achmad.

Baca juga:

PBB Usulkan 3 Sampai 4 Nama Kader Jadi Menteri Prabowo



Selain itu, menkeu mendatang juga mesti memiliki pengalaman manajemen krisis ekonomi. Di tengah deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut, tanda-tanda adanya masalah struktural dalam perekonomian semakin nyata. Dalam situasi seperti ini, menteri keuangan perlu memiliki kemampuan untuk mengambil kebijakan tegas yang mampu menstimulasi perekonomian. Baik melalui kebijakan fiskal ekspansif terukur maupun melalui insentif bagi sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Krisis dapat dihadapi dengan strategi yang tepat dan terukur, seperti pengelolaan utang yang lebih baik, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri,” ungkap Achmad.

Kemampuan bernegosiasi di level internasional juga menjadi hal yang tak kalah penting. Dengan adanya prediksi IMF yang menunjukkan bahwa ekonomi global akan stagnan di kisaran 5 persen, menkeu harus mampu melakukan negosiasi dengan lembaga internasional, sebut saja IMF, Bank Dunia, dan negara-negara mitra.

“Tujuannya ialah untuk mendapatkan dukungan investasi, baik melalui pinjaman maupun bantuan teknis yang dapat membantu memperkuat perekonomian nasional,” jelas Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta ini.

Kemampuan bernegosiasi terkait dengan utang luar negeri dan perjanjian perdagangan juga penting dimiliki menkeu mendatang. “Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pemain global yang kuat,” beber Achmad.

Kriteria berikutnya yakni kemampuan dalam mendorong transformasi ekonomi digital dan industri berbasis teknologi. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen tidak akan tercapai jika perekonomian Indonesia terus bergantung pada sektor-sektor tradisional seperti pertanian dan tambang. “Menteri keuangan harus mampu mendorong inovasi di sektor-sektor baru yang berbasis teknologi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif,” ungkap Achmad.

Transformasi ekonomi digital juga harus didorong hingga ke level usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor itu selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional tetapi sering kali diabaikan dalam kebijakan besar.

Oleh karena itu, kemampuan memperluas basis ekonomi dan memperkuat sektor produktif yang belum tergarap maksimal harus menjadi prioritas menteri keuangan. “Sektor-sektor seperti manufaktur, pariwisata, dan sektor jasa lainnya memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jika dikelola dengan baik,” kata Achmad.

Menteri keuangan juga harus mampu merumuskan kebijakan yang memberikan insentif kepada sektor-sektor ini untuk tumbuh dan berkembang. “Ini sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi di dalam negeri,” tutup Achmad.(knu)

Baca juga:

TKN Sebut Tokoh-Tokoh Calon Menteri Prabowo Hanya Fiksi dan Barisan Sakit Hati

#Prabowo #Menteri Keuangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Lembaga swadaya seperti CELIOS (Center of studi Economic and Law Studies) bersama Kabinet Bayangan memberikan "rapor merah" dengan skor kepuasan publik yang rendah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Indonesia
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sekjen PBB membahas reformasi sistem multilateral serta kemajuan mencapai Agenda 2030
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di  Hambalang
Indonesia
Presiden Prabowo Berulang Tahun, Prasetyo Hadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Prasetyo Hadi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas ucapan selamat serta doa dalam rangka ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Berulang Tahun, Prasetyo Hadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Sejak pagi hari, ucapan selamat, doa, dan harapan terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Indonesia
2 Tahun Pemerintah Prabowo Dinilai Bikin Stres Warga, Gerinda Sebut Laporan Celios Tidak Objektif
Sugiat mempertanyakan metode penilaian dalam laporan Celios yang menurutnya lebih mencerminkan opini kelompok tertentu dibandingkan ukuran objektif kinerja pemerintahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintah Prabowo Dinilai Bikin Stres Warga, Gerinda Sebut Laporan Celios Tidak Objektif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Ramai unggahan media sosial yang menyebut anggaran negara habis dan tahun 2027 sekolah akan kembali bebankan SPP. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Indonesia
Mesir Berikan Kuota Tambahan Beasiswa Bagi Mahasiswa Indonesia
Prabowo menyoroti kerja sama sektor pendidikan kedua negara yang sudah terjalin erat, terbukti dari banyaknya mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Mesir Berikan Kuota Tambahan Beasiswa Bagi Mahasiswa Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Indonesia
Bahasan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi
Indonesia menjadi tujuan terakhir dalam rangkaian lawatan Al-Sisi ke Asia setelah mengunjungi Korea Selatan pada 6–9 Oktober dan Malaysia pada 9–10 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Bahasan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi
Bagikan