Debut di Liga Champions, Chelsea 'Si Juara Dunia' Harus Takluk di Kandang Bayern Munich

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 18 September 2025
Debut di Liga Champions, Chelsea 'Si Juara Dunia' Harus Takluk di Kandang Bayern Munich

Chelsea harus takluk dari Bayern Munich. Foto: Dok. Chelsea FC

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Chelsea akhirnya kembali ke Liga Champions musim ini. Namun, perjalanannya masih sangat panjang.

Sang 'Juara Dunia' itu mendapat pelajaran berharga saat melawan Bayern Munich, Kamis (18/9) dini hari WIB. Apalagi, saat mereka "dikhianati" oleh dua gol Harry Kane.

Chelsea dengan bangga menjadi juara Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, Liga Champions menentukan nilai sebenarnya dari gelar tersebut.

Meskipun mengawali musim dengan menggembirakan, gol bunuh diri Trevoh Chalobah dan serangkaian tekel konyol dan umpan-umpan ceroboh, memberi tuan rumah awal yang mudah di kampanye Eropa mereka.

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, membawa timnya meraih gelar Liga Konferensi UEFA musim lalu. Mereka bahkan bermain dengan skuad yang biasa-biasa saja.

Baca juga:

Prediksi Newcastle vs Barcelona: Sama-sama Berambisi Raih Kemenangan Perdana di Liga Champions

Chelsea Kesulitan Atasi Perlawanan Bayern Munich

Chelsea kesulitan atasi Bayern Munich
Chelsea kesulitan atasi Bayern Munich. Foto: Dok. Chelsea FC

Pada pertandingan tadi malam, Chelsea kesulitan menyamai Bayern, meskipun klub Jerman itu tampak rapuh di beberapa momen.

The Blues sempat menunjukkan, bahwa mereka mampu menembus pertahanan lawan. Sayangnya, mereka hanya membuang-buang peluang di awal sebelum Cole Palmer mencetak gol indah di babak pertama.

Begitulah kerasnya pertandingan-pertandingan awal dalam format Liga Champions yang baru ini, sehingga peluang The Blues untuk lolos ke babak selanjutnya pun hampir terkikis.

Meskipun Bayern dipertanyakan di kandang, kembali ke Liga Champions setelah absen dua tahun merupakan tantangan berat. Hal itu mengingat tuan rumah belum pernah kalah dalam pertandingan grup sejak 2013.

Maresca memilih untuk kembali ke sistem yang membawa mereka mengalahkan juara Liga Champions musim lalu, Paris Saint-Germain (PSG), di final Piala Dunia Antarklub 2025.

Kapten Chelsea, Reece James, didorong ke lini tengah bersama Moises Caicedo. Keduanya membantu Chelsea memulai pertandingan dengan awal yang tampak impresif.

Bayern hanya mampu menciptakan peluang dari tepi kotak penalti di babak pertama, sementara Chelsea menikmati penguasaan bola yang baik.

Lalu, Pedro Neto gagal memanfaatkan umpan silang dari Joao Pedro, sementara Enzo Fernandez seharusnya membawa tim tamu unggul ketika ia salah langkah dan menyia-nyiakan peluang emas setelah menerima umpan manis dari Cole Palmer.

Baca juga:

Diego Simeone Nyaris Baku Hantam dengan Fans Liverpool, Apa Penyebabnya?

Ketika banyak orang yang mengira Chelsea sudah memiliki mentalitas yang dibutuhkan untuk level ini, mereka justru malah lengah.

Caicedo memberikan Bayern tendangan bebas, ketika menjatuhkan Joshua Kimmich.

Setelah gelandang Jerman itu diminta untuk melakukan tendangan bebas ulang setelah upaya pertama, ia melepaskan umpan melebar kepada Michael Olise.

Pemain Prancis itu berdiri di hadapan Pedro dan melewatinya dengan mudah. Kemudian, ia melaju menuju garis gawang dan mengirimkan umpan silang rendah yang mengenai Chalobah. Kesalahan itu pun membuat Bayern unggul 1-0.

Caicedo sendiri menjadi pemain terbaik Chelsea musim lalu, tetapi ia sering berjalan di atas tali saat menghadapi hadangan. Lalu, menjerumuskan mereka ke dalam masalah.

Saat Kane bergerak untuk melewatinya di kotak penalti, Caicedo mengabaikan bola dan mengayunkan kakinya ke arah kapten Inggris tersebut lewat sebuah hadangan konyol. Hal itu membuat Bayern mendapat hadiah penalti.

Kane pun mencetal gol dari titik penalti sekaligus menjadi yang ke-94 untuk Bayern dalam 102 penampilannya.

Bayern Munich Gempur Pertahanan Chelsea hingga Kocar-kacir

Bayern Munich gempur pertahanan Chelsea
Bayern Munich gempur pertahanan Chelsea. Foto: Dok. Bayern Munich

Dua lini depan Chelsea yang lincah juga sempat menimbulkan berbagai masalah bagi pertahanan Bayern. Palmer menerobos pertahanan tuan rumah hanya semenit setelah gol kedua.

Setelah James merebut bola di area pertahanan Chelsea, Caicedo dan Palmer mulai berlari.

Palmer, yang akhirnya diberi kesempatan untuk memimpin panggung Eropa, bertukar umpan satu-dua dengan Malo Gusto. Lalu, ia melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang.

Kemudian, Jonathan Tah menjatuhkan Pedro di babak kedua, yang membuatnya mendapat kartu kuning. Sementara itu, Maresca juga mendapat kartu kuning dari wasit atas kejadian tersebut.

Tuan rumah seharusnya unggul dalam 15 menit setelah babak kedua dimulai, ketika Robert Sanchez menghentikan Luis Diaz, Kane, dan Olise.

Kane mencapai garis gawang dan memberikan umpan tarik kepada pemain sayap itu, tetapi dihentikan oleh Sanchez, yang bergerak rendah ke kanan untuk tetap menjaga gawangnya.

Baca juga:

Prediksi Manchester City vs Napoli: Pep Guardiola tak Boleh Remehkan Antonio Conte

Namun, itu tidak berlangsung lama. Bayern kembali menggempur pertahanan Chelsea sebelum terjadinya gol kedua Kane.

Chalobah mengumpan bola kepada Malo Gusto, tetapi sentuhannya yang kurang sempurna mengakibatkan bola meluncur ke gawangnya sendiri. Lalu, bola liar itu langsung dimanfaatkan oleh Kane.

Pemain nomor 9 Bayern itu menempatkan diri dan menyelesaikan umpan rendah ke sudut jauh gawang.

Maresca akhirnya memasukkan Alejandro Garnacho, Andrey Santos, dan Estevao Willian. Namun, kepercayaan diri Chelsea sudah terkikis sejak awal babak kedua.

Bayern tampil nyaman hampir sepanjang babak kedua. The Blues sempat menyamakan kedudukan di menit-menit akhir.

Palmer mengira ia telah mencetak gol kedua saat memanfaatkan umpan Santos, tetapi gol itu dianulir karena offside tipis. (sof)

#Chelsea #Sepak Bola #Liga Champions #Bayern Munich
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Hasil Buruk 2 Laga Awal Besut Jerman, Jurgen Klopp Malah Temukan Berkah di Balik Petaka
Jerman ditumbangkan Yunani 0-1 dan belum pernah menang di 2 laga awal era Jurgen Klopp. Sang pelatih tegaskan tak terpengaruh dan siap bangkit!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Hasil Buruk 2 Laga Awal Besut Jerman, Jurgen Klopp Malah Temukan Berkah di Balik Petaka
Olahraga
Jawara Cup 1 2026 Bukan Sekadar Perebutan Trofi, Talenta Muda Banten Jadi Sorotan
Alfatih FC menjuarai Dewa United Jawara Cup 1 2026 setelah bersaing dengan 32 tim. Porsip Panunggulan menjadi runner-up di Stadion Gelora Maja.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 27 September 2026
Jawara Cup 1 2026 Bukan Sekadar Perebutan Trofi, Talenta Muda Banten Jadi Sorotan
Olahraga
Live Streaming Inggris vs Spanyol: Duel 2 Raksasa Eropa di UEFA Nations League 2026/27
Link live streaming Inggris vs Spanyol akan dimulai Minggu (27/9) pukul 01.45 WIB. Laga ini diprediksi bakal sengit.
Soffi Amira - Minggu, 27 September 2026
Live Streaming Inggris vs Spanyol: Duel 2 Raksasa Eropa di UEFA Nations League 2026/27
Olahraga
Manchester City Terancam Sanksi, Manchester United dan Liverpool Bisa Raih Gelar Premier League
Manchester United dan Liverpool berpeluang meraih gelar Premier League, setelah kasus Manchester City mencuat.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Manchester City Terancam Sanksi, Manchester United dan Liverpool Bisa Raih Gelar Premier League
Olahraga
Prediksi Ceko vs Kroasia: The Blazers Bertekad Amankan 3 Poin di UEFA Nations League 2026/27
Prediksi Ceko vs Kroasia akan menghadirkan keseruan. Laga ini tentunya menjadi momen The Blazers untuk kembali bersinar.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Prediksi Ceko vs Kroasia: The Blazers Bertekad Amankan 3 Poin di UEFA Nations League 2026/27
Olahraga
Manchester City Hadapi 114 Dakwaan, Erling Haaland hingga Bintang Lain Berisiko Hengkang
Manchester City menghadapi 114 dakwaan di Premier League. Mereka terancam kena sanksi berat hingga menjual pemain.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Manchester City Hadapi 114 Dakwaan, Erling Haaland hingga Bintang Lain Berisiko Hengkang
Olahraga
Gara-gara Kasus Manchester City, Steven Gerrard Bisa Dapat Gelar Premier League Pertamanya
Steven Gerrard berpeluang meraih gelar Premier League pertamanya, jika Manchester City dikenakan sanksi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Gara-gara Kasus Manchester City, Steven Gerrard Bisa Dapat Gelar Premier League Pertamanya
Olahraga
Prediksi Inggris vs Spanyol: Duel Sengit 2 Raksasa Eropa di UEFA Nations League 2026/27
Prediksi Inggris vs Spanyol bakal menyajikan laga seru. Duel sengit ini menjadi ulangan final Euro 2024.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Prediksi Inggris vs Spanyol: Duel Sengit 2 Raksasa Eropa di UEFA Nations League 2026/27
Olahraga
Manchester City Didakwa Langgar Aturan Keuangan, Manchester United Hitung Potensi Kerugian
Manchester United menghitung potensi kerugian akibat kasus Manchester City. Klub rivalnya itu terbukti melanggar aturan keuangan.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Manchester City Didakwa Langgar Aturan Keuangan, Manchester United Hitung Potensi Kerugian
Olahraga
Hasil Italia vs Belgia 0-2: Era Kedua Roberto Mancini Dibuka dengan Kekalahan Menyakitkan
Italia harus takluk 0-2 dari Belgia di laga UEFA Nations League 2026/27. Debut Roberto Mancini berakhir pahit.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Hasil Italia vs Belgia 0-2: Era Kedua Roberto Mancini Dibuka dengan Kekalahan Menyakitkan
Bagikan