De Rocks, Tempat Nongkrong Paling Hits di Labuan

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Senin, 14 Maret 2016
De Rocks, Tempat Nongkrong Paling Hits di Labuan

Kafe De Rocks Kopi Tjaringin Regentschap di Labuan, Banten (Foto: MerahPutih/Ctr)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kuliner - Labuan, kota kecil di barat daya Banten, pada era kolonial merupakan kota dekat pusat pemerintahan kabupaten Caringin (Tjaringin Regentschap: Belanda).

Ledakan gunung Krakatau pada tahun 1883, berhasil memporak porandakan Tjaringin Regentschap, lautan memakan beberapa kilometer daratan. Hingga Belanda terpaksa mengalihkan pusat pemerintahan ke kota Pandeglang.

Labuan, juga merupakan salah satu pusat perlawanan masyarakat Banten terhadap Belanda yang dipimpin oleh KH Asnawi Caringin. Belanda dikejutkan dengan ledakan bom yang berhasil meruntuhkan jembatan yang melintasi Sungai Cipunten Agung, penghubung kota Caringin dan kota Labuan.

http://server4.merahpoetih.com/gallery/public/2016/03/13/d5n3LRNcpM1457888172.jpg

Kini kota kecil itu tidak begitu popular dan hanya tampak seperti kota kecil yang kurang menarik untuk dikunjungi. Bahkan anak-anak mudanya kekurangan tempat nongkrong yang mewakili perasaan dan gaya anak muda masa kini.

Basith Djoma (50), salah satu cucu pejuang yang meledakkan bom jembatan Sungai Cipunten Agung, melihat keadaan itu sebagai peluang bisnis yang menguntungkan untuk membuka sebuah kafe.

Ia membuka kafe di Jl Jend Soedirman No 290 kota Labuan Kab Pandeglang, dan diberinya nama “De Rocks Kopi Tjaringin Regentschap”.

Dibukanya kafe tersebut, bukan hanya soal bisnis yang menghasilkan uang saja. Diluar itu, kafenya menjadi tempat berkumpulnya aktivitas lokal, membicarakan isu terhangat di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

http://server4.merahpoetih.com/gallery/public/2016/03/13/BnPTplWLeM1457888172.jpg

“Coba Anda lihat di kota-kota yang banyak kafenya, masyarakatnya cenderung kreatif dan maju. Karena dari obrolan di kafe itu muncul ide yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan,” katanya, Minggu (13/3).

Dari pengamatan kontributor MerahPutih, di kiri kanan kafe tersebut puluhan sepeda motor diparkir oleh anak muda yang nongkrong. Nampaknya, kota Labuan membutuhkan lebih banyak kafe. (Ctr)

BACA JUGA:

  1. Rabeg, Hidangan Legendaris Kesultanan Banten
  2. Baduy, Suku Adat Sunda di Selatan Banten yang Penuh Misteri
  3. Banten Targetkan 15 Juta Kunjungan Wisatawan
  4. Rapat untuk Kemajuan Pariwisata Banten 2017
  5. Sejarawan Banten: Benteng Speelwijk Bukan Dibangun Belanda
#De Rocks Kopi Tjaringin Regentschap #Kuliner Banten
Bagikan
Ditulis Oleh

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal

Berita Terkait

Bagikan