David Tarigan Menilai Lagu Anak Sebagai Kultur Pop Indonesia
Indonesia sedang krisis lagu anak-anak. (foto: instagram/@dicktamimi)
MerahPutih.com - Patutlah kita berbangga karena punya sejarah lagu anak yang panjang. Mulai dari folksong anak atau nursury rhymes yang kerap dilagukan orang tua atau kakek-nenek kita, sampai industri pop anak yang terbentuk sejak era 1970-an seiring menjamurnya rilisan musik format kaset yang terjangkau.
Era itu bermunculan penyanyi anak seperti Adi Bing Slamet, Chicha Koeswoyo, Yoan Tanamal, dan juga band atau penyanyi dewasa pun banyak yang merilis lagu anak. Ceruk industri yang besar membuat kancah lagu anak menjadi bisnis yang menjanjikan.
Baca juga:
Inilah 4 Lagu Anak Era 90-an, Hayo Masih Ingat Tidak?
Pengamat musik David Tarigan berpendapat popularitas lagu anak sangat tergantung dari hook lagu, dan kemudian bagaimana membuat lagu itu dapat dijangkau anak-anak secara luas melalui mekanisme distribusi dan strategi pemasaran musik.
“Ada persoalan soal distribusi, ada persoalan yang esensial yang memang teknis seperti hook-hook lagu anak, karena lagu anak sangat penting hook dari lagunya. Kalau ingin membuat lagu anak sekali lagi penting membuat hook yang nyangkut di kepala anak,” terang David Tarigan dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga:
Atasi Krisis Lagu Anak, Bekraf Gelar Lomba Cipta Lagu Anak
Bila diteliti beberapa puluh tahun ke belakang, terdapat upaya kolektif membangkitkan kembali semarak lagu anak memang jadi tanggung jawab bersama, meski kita tidak bisa memaksa para pelaku industri dan musisi-musisi yang telah mapan untuk turut ambil peran urusan ini.
Baca juga:
Ardhito Pramono Rilis EP Lagu Anak-Anak
Tetapi selalu ada musisi yang melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab moral, di samping tujuan komersial. Beberapa dari mereka yang turut serta meramaikan lagu anak antara lain Naif yang merilis album Bonbinben (2008), dan secara terpisah dalam momen-momen waktu berbeda lahir lagu anak dari grup musik Mocca, dan bahkan muncul gerakan Save Lagu Anak pada 2016 yang terdiri dari para mantan penyanyi cilik.
Terbaru, RAN juga menunjukkan kepeduliannya terhadap ranah ini dengan mempersiapkan album khusus untuk anak-anak bertajuk RAN For You Kids. (Far)
Bagikan
Berita Terkait
Lirik "Big Girls Don’t Cry” dari Fergie, Lagu Kritik Sosial Dibalut Kisah Patah Hati
Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia
Vadesta Rilis 'Aku Tetep Bali', Kisah Keteguhan Hati untuk Bertahan demi Cinta
Kolaborasi Bareng Jacson Zeran, Ecko Show, dan Diva Aurel, Silet Open Up Hadirkan Single 'Taguling Guling'
Kisah di Balik Lagu Daerah 'Ampar Ampar Pisang' dari Kalimantan Selatan
No Na Rilis Single 'Sizzle', Jadi Lagu Resmi M7 World Championship Mobile Legends
'Bocah Cilik-Cilik', Lagu Dangdut Religi Anak dari Adella Girls yang Ramai di Media Sosial
Hilary Duff Ungkap Fase Hidup Melelahkan lewat Single 'Roommates', Simak Lirik Lagunya
8 Tahun Vakum, A$AP Rocky Comeback lewat Album 'DON'T BE DUMB' bersama Sederet Kolaborator
Single Terbaru The Chasmala 'Cinta Tapi Terluka' Angkat Kisah Asmara Tak Sehat, Simak Lirik Lengkapnya