Merahputih.com - Pertahanan bola mati Everton kini menjadi fokus utama perbaikan taktik bagi David Moyes menjelang laga krusial melawan Manchester City.
Lemahnya koordinasi lini belakang saat menghadapi skema sepak pojok dan tendangan bebas memicu diskusi intensif di Finch Farm Training Centre. David Moyes bersama staf pelatih berupaya keras menemukan formula baru guna mencegah terulangnya kebocoran gol di menit-menit akhir pertandingan.
Baca juga:
Laporan Liverpool Echo menyebutkan bahwa diskusi tersebut bermula sejak gol sundulan Virgil van Dijk memastikan kemenangan dramatis Liverpool dalam derbi Merseyside. Masalah semakin meruncing ketika Tomas Soucek mencetak gol melalui skema serupa saat Everton takluk dari West Ham United enam hari kemudian.
Kondisi ini membingungkan staf pelatih mengingat Everton sebelumnya menyandang status sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di kotak penalti sepanjang musim ini.
Meskipun performa menurun, pelatih asal Skotlandia tersebut enggan melimpahkan kesalahan kepada individu pemain. Absennya figur kunci seperti Jarrad Branthwaite dan Beto akibat cedera juga tidak menjadi alasan bagi penurunan kualitas organisasi pertahanan tim.
David Moyes menuntut tanggung jawab kolektif dari seluruh skuad untuk mengembalikan reputasi benteng pertahanan The Toffees.
Baca juga:
Kegagalan antisipasi bola udara dalam dua laga terakhir menjadi catatan merah bagi tim pelatih. David Moyes menginstruksikan para pemain untuk lebih agresif dalam memenangkan duel satu lawan satu di area penalti.
Upaya pencarian solusi ini dilakukan secara maraton agar tim tidak menjadi bulan-bulanan saat menghadapi kekuatan ofensif Manchester City pada laga berikutnya.
"Saya tidak terlalu khawatir sampai beberapa minggu terakhir karena saya pikir kami adalah tim terbaik ketiga di Premier League, jadi dalam beberapa pertandingan terakhir saya sangat kecewa dengan hal itu," ungkap David Moyes.