Daun Jatuh Berbagi Cerita Fase Dewasa Muda lewat ‘Seruni’
CERITA kasih sayang seorang ibu hingga menerima kegagalan saat beranjak dewasa dirangkum secara indah dalam balutan mini album terbaru dari band folk Daun Jatuh. Mini album berjudul Seruni itu akan dirilis 27 Oktober.
Mini album ini berisikan enam lagu dengan lirik nan penuh makna. Setiap lagu mengangkat perjalanan melalui masa kehidupan muda yang dibawakan dengan nada-nada pop folk khas Daun Jatuh. EP kedua yang terinspirasi dari bunga seruni ini memiliki arti yang sangat dalam.
BACA JUGA:
“Menurut kami, seruni merupakan bunga dengan pesan mendalam yang memiliki lima sifat utama, yaitu kesucian, kejujuran, kepolosan, kesetiaan, dan spiritualitas. Sifat ini bagi kami penting untuk dipertahankan oleh kamu yang sedang ada di fase dewasa muda. Karena itu, setiap lagu yang berada dalam mini album ini mewakili kelima sifat tersebut,” ujar vokalis Daun Jatuh, Verrel Alivirizky, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Alia, Jakarta Pusat, Rabut (25/10).
Saat proses menulis mini album ini, Daun Jatuh didampingi produser yang namanya sudah dikenal di ranah musik Indonesia, yaitu Petra Sihombing.
“Jadi kami tulis lagu ini di Bali, didampingi produser kami Petra Sihombing. Selama seminggu di Bali, kami membuat sembilan lagu yang akhirnya kami seleksi yang menurut kami paling baik. Akhirnya terpilih enam lagu,” jelasnya.
BACA JUGA:
Enam lagu dalam dalam mini album ini meliputi Sebesar itu Artimu di Hidupku, Tak apa, Sementara Selamanya, Sekedar Mengagumi, Sungguh Lebih Indah, dan Setelah Sekian Purnama.
Setiap tembang yang dihadirkan memiliki arti. Lagu Sebesar itu Artimu di Hidupku bagi keduanya memiliki arti yang sangat personal karena menyangkut hubungan dengan orangtua. “Kami berdua sama-sama dekat sama ibu, jadi buat kami lagu ini sangat personal dan memiliki arti yang sangat dalam,” ujar Verrel.
Fokus track dari mini album Seruni, yakni Setelah Sekian Purnama”. Lagu ini mengisahkan pemulihan dari luka dan tantangan perjalanan hidup yang tak selalu mudah. Lagu ini juga menjadi manifestasi sifat dari bunga seruni yang menggambarkan spiritualitas. “Jadi lagu keenam ini juga bisa jadi pengingat bagi kamu bahwa jangan lupa sama Tuhan karena sesungguhnya tak ada kata gagal. Hanya mungkin belum waktunya,” tutupnya.(zvw)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
T.O.P Comeback, Rilis Video Teaser untuk Album Baru ‘Top Spot – Another Dimension’
Deretan Musisi Indonesia yang Wafat Sepanjang 2025, Dari Titiek Puspa hingga Gusti Irwan Wibowo
Dari Garam dan Madu hingga Nina, Ini Lagu TikTok Paling Viral Sepanjang 2025
Makna Duka di Balik Lirik Lagu 'The Fate of Ophelia' Taylor Swift, Terinspirasi dari Tragedi Hamlet
Beyonce Resmi Masuk Jajaran Miliarder, Sejajar dengan Taylor Swift
dia & INDAHKUS Rilis Lagu 'Malu Malu', Cerita Cinta Anak Muda yang Canggung
Single Perdana TEMPRA 'Insomnia' Angkat Frustrasi dan Malam Tanpa Tidur
'Selamat Tahun Baru', Lagu Endank Soekamti yang Selalu Relevan di Momen Pergantian Tahun
Kontroversial, Lirik Lagu 'Wood' Taylor Swift Jadi Salah Satu yang Paling Banyak Diakses di 2025
Makna Lirik Lagu 'Bila' Raisa, tentang Penantian dan Keikhlasan Cinta