Data Inflasi AS Tekan Laju Kripto

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 15 Juli 2022
Data Inflasi AS Tekan Laju Kripto

Nilai Bitcoin (BTC) jatuh untuk hari kelima berturut-turut. (Foto: Unsplash/m.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERGERAKAN aset kripto terpantau tidak berdaya pada Rabu (13/7) siang. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) jatuh untuk hari kelima berturut-turut dan investor mulai khawatir dengan tekanan data inflasi AS yang diprediksi semakin tinggi.

Mengutip laman CoinMarketCap, Rabu (13/7), delapan aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak terjun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya stablecoin Tether (USDT) dan Binance USD (BUSD) yang masih bergerak hijau.

Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 2,21 persen ke USD 19.497 (sekitar Rp 293,4 juta) per keping dalam sehari terakhir. Sementara, nasib Ethereum (ETH) lebih buruk, turun 3,26 persen ke USD 1.055 (sekitar Rp 15,8 juta) di waktu yang sama. Sementara Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami penurunan masing-masing 3,87 persen, 2,24 persen, dan 2,85 persen.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono melihat banyak investor kripto yang kurang bersemangat untuk melakukan pembelian. Secara umum, mereka tampaknya masih menghindari pasar kripto menyusul redupnya selera investasi di aset berisiko.

Baca juga:

Gudang Kripto Indonesia Siap Sambut Investor Pemula

Data Inflasi AS Tekan Laju Kripto
Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022. (Foto: Tokocrypto)


"Sejak awal pekan lalu, banyak investor yang memilih jaga jarak dari market untuk mengantisipasi data inflasi AS pada Juni yang akan dirilis pada hari ini. Kemudian, penguatan nilai Dolar AS tampaknya juga masih menekan kinerja market kripto keseluruhan untuk beberapa hari mendatang," kata Afid.

Afid menerangkan, kenaikan nilai Dolar AS tentu akan membuat investor merasa lebih untung untuk menyimpan uang tunai ketimbang mengoleksi aset kripto. Hasilnya, investor akan semakin getol melakukan aksi jual. Di samping itu, investor sepertinya bakal terus melirik ke Dolar AS setelah melihat paritas antara mata uang Euro dan Dolar AS kini sudah mencapai 1:1.

"Kenaikan permintaan Dolar AS yang kencang tentu akan menghantam harga aset kripto. Apalagi, beberapa analisis menunjukkan bahwa laju Dolar AS kini punya korelasi negatif yang sangat kuat dengan laju harga aset kripto," ujarnya.

Selain itu, sentimen negatif lainnya juga datang dari pemerintah negara bagian AS, California, tengah menginvestigasi beberapa platform pinjam-meminjam aset kripto, menyusul aksi penghentian withdrawals dan transfer antar pengguna yang dilakukan secara sepihak.

Baca juga:

Tips Investasi Kripto saat Market Anjlok

Data Inflasi AS Tekan Laju Kripto
Kinerja pasar kripto juga terganggu oleh kabar buruk yang terjadi di sekitaran jaringan blockchain. (Foto: Unsplash/Joshua Mayo)


Di samping perkara makroekonomi, kinerja pasar kripto juga terganggu oleh kabar buruk yang terjadi di sekitaran jaringan blockchain, seperti dari Uniswap yang melaporkan terjadinya serangan phishing.

Sejauh ini, banyak analis yang memprediksi bahwa AS telah mencatat inflasi tahunan sekitar 8,7-8,8 persen pada Juni. Jika nantinya data inflasi AS pada Juni sesuai dengan prediksi tersebut, maka investor harus siap-siap melihat nilai Dolar AS yang semakin meroket dan kripto terpuruk.

"Data inflasi yang terus meninggi tentu akan direspons keras oleh The Fed dengan pengetatan suku bunga acuan. Peningkatannya bisa sangat agresif. Khawatirnya akan memukul market kripto dengan keras. Hal tersebut tentu akan membuat investor kabur dan memilih mengamankan asetnya ke aset safe haven seperti Dolar AS dan obligasi," tutup Afid. (and)

Baca juga:

Uang Kripto Bukan Hanya Bitcoin, Kenali 11 Lainnya

#Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Tekno
iPad Mini 8 Dikabarkan Meluncur Oktober 2026, Bawa Layar OLED dan Chip A20 Pro
iPad Mini 8 akan meluncur Oktober 2026. Perangkat ini bakal hadir dengan upgrade besar-besaran.
Soffi Amira - 1 jam, 28 menit lalu
iPad Mini 8 Dikabarkan Meluncur Oktober 2026, Bawa Layar OLED dan Chip A20 Pro
Tekno
Vivo S2 FE Segera Meluncur 6 Oktober 2026, Jadi Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh?
Vivo S2 FE kabarnya segera meluncur 6 Oktober 2026. HP ini kemungkinan membawa baterai 10.000 mAh.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Vivo S2 FE Segera Meluncur 6 Oktober 2026, Jadi Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh?
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kini Bisa Terhubung ke Apple Watch, ini Fitur yang Didukung
Xiaomi 18 Pro kini bisa terhubung ke Apple Watch. Pengguna dapat menerima panggilan hingga notifikasi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Xiaomi 18 Pro Kini Bisa Terhubung ke Apple Watch, ini Fitur yang Didukung
Tekno
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
OBSBOT Meet Flip mengusung desain fold-to-protect, memungkinkan pengguna menutup lensa secara fisik hanya dengan melipat perangkat.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
Tekno
Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Meta menyebut Charm akan siap dikirimkan untuk liburan Desember mendatang.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
 Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Tekno
Vivo S2 FE Kembali Bocor, Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 7300e
Vivo S2 FE kini kembali bocor di internet. HP itu akan membawa baterai 10.000 mAh dan chipset Dimensity terbaru.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Vivo S2 FE Kembali Bocor, Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 7300e
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Global Punya Baterai Lebih Kecil, Beda dengan Versi China
Baterai Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max global lebih kecil dari versi China. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Global Punya Baterai Lebih Kecil, Beda dengan Versi China
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Dipastikan Meluncur Global, ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max bakal meluncur global. Hal itu diungkapkan langsung oleh Xiaomi lewat akun X resminya.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Dipastikan Meluncur Global, ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8.500 mAh
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max akhirnya meluncur. HP ini membawa kamera Leica 200MP dan baterai jumbo.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8.500 mAh
Bagikan