MerahPutih.com - The Alumnie hadir membawa kisah yang tak biasa—tentang persahabatan lama yang kembali menemukan jalannya. Band ini terbentuk dari ikatan sejak masa SMA, sebuah hubungan yang sempat berjalan masing-masing sebelum akhirnya dipertemukan kembali oleh waktu dan kecintaan pada musik.
The Alumnie resmi terbentuk pada 2025 dengan formasi Bisonz (drum), Mario (bass), dan Wawan (vokal). Kehadiran mereka bukan sekadar nostalgia, melainkan kelanjutan dari cerita yang sempat tertunda.
Setelah menempuh perjalanan hidup yang berbeda, ketiganya kembali dengan sudut pandang yang lebih matang, emosi yang lebih dalam, serta energi yang terasa lebih jujur.
Baca juga:
Adzka Rilis Album Debut 'Okaeri': Kisah Pulang, Hubungan, dan Berdamai dengan Masa Lalu
Sadewok Rilis 'Sabar', Lagu Cinta Berbahasa Jawa yang Relatable
Fani Rahmansyah Rilis 'Jantung Aman Kan?', Lagu Viral TikTok tentang Cinta di Era Digital
Nama 'The Alumnie' merepresentasikan “para lulusan”—tidak hanya dari bangku sekolah, tetapi juga dari berbagai fase kehidupan dan pengalaman personal yang telah mereka lalui.
Makna tersebut tercermin dalam karya-karya mereka yang sarat emosi, autentik, dan penuh resonansi. Tema yang diangkat pun dekat dengan realitas: waktu, jarak, kehilangan, hingga pertemuan kembali.
Memasuki 2026, The Alumnie merilis EP berjudul Kisah Yang Tertunda yang memuat empat lagu. Proses rekaman dilakukan di Poison-Lab Studio, Jakarta, dengan waktu produksi sekitar satu tahun. Melalui single andalan Dini Hari, mereka mencoba menandai kehadiran di kancah musik Indonesia.
Bagi The Alumnie, reuni ini bukan sekadar kebetulan. Lebih dari itu, ini adalah momentum yang akhirnya menemukan waktunya—sebuah perjalanan yang sempat terhenti, kini berlanjut dalam bentuk karya. (Far)

