Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Imlek 2019

Dari Angpau hingga Kembang Api, Beginilah Warga Tionghoa Merayakan Imlek

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 04 Februari 2019
Dari Angpau hingga Kembang Api, Beginilah Warga Tionghoa Merayakan Imlek

Tradisi dalam perayaan Imlek punya makna tersendiri. (foto: Public Domain Pictures)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAHUN baru Imlek umumnya dirayakan warga Tionghoa di Asia Timur dan Asia Tenggara. Meskipun demikian, baru pada 2000 tahun baru Imlek jadi hari libur nasional di Indonesia.

Imlek merupakan sebuah perayaan kebudayaan. Orang Tionghoa menjadikan Imlek sebagai awal dimulainya tahun baru serta saat kumpul keluarga. Sebagai sebuah perayaan kebudayaan, Imlek amat lekat dengan tradisi.

1. Makan malam Imlek

CNY dinner
Ikan jadi menu wajib saat makan malam Imlek. (foto: Instagram @venicemay)

Makan malam Imlek enggak boleh dilewatkan. Ini jadi momen amat penting bagi warga Tionghoa. Acara makan malam ini akan menjadi ajang reuni bagi anggota keluarga yang tinggal berjauhan.

Ada beberapa menu wajib saat makan malam Imlek, di antaranya ikan, pangsit, dan siu mie. Makanan itu dianggap sebagai simbol kemakmuran.

2. Menyalakan kembang api

fireworks
Tak sekadar bikin meriah, menyalakan kembang api juga bertujuan menakuti makhluk jahat. (foto: pixabay/trf57)

Kembang api saat Imlek enggak sekadar perayaan ramai-ramai. Ada legenda di baliknya. Dipercaya, di penghujung tahun, roh jahat yang menghuni dasar samudra akan datang untuk menyakiti makhluk hidup.

Untuk mengusir roh jahat tersebut, dinyalakanlah kembang api. Nyala kembang api akan menyemarakkan suasanya perayaan sekaligus menghalau roh jahat yang berniat tak baik. Dipercaya, nasib baik akan datang kepada mereka yang pertama kali menyalakan kembang api.

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan