Dari Amerika hingga Malaysia, Media Dunia Puji Pembukaan Asian Games di Jakarta

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 20 Agustus 2018
Dari Amerika hingga Malaysia, Media Dunia Puji Pembukaan Asian Games di Jakarta

Megahnya tata panggung pembukaan AG 2018 pukau dunia. (foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AJANG Asian Games resmi dibuka Sabtu (18/8). Lewat sebuah upacara pembukaan yang megah, ajang kompetisi olahraga se-Asia itu resmi bergulir. Meski telah berlalu, acara pembukaan Asian Games 2018 yang menampilkan pertunjukan seni kolosal tersebut menjadi sorotan media di penjuru dunia.

Sejumlah media yang berbasis di Asia, Eropa, bahkan Amerika ikut membahas dan memuji betapa megah dan serunya acara pembukaan Asian Games 2018 tersebut. Kantor Berita Reuters meuliskan tajuk Asian Games: Indonesia welcomes Asia with explosive opening ceremony (Asian Games: Indonesia menyambut Asia dengan upacara pembukaan meriah). Kantor Berita Inggris tersebut juga menyoroti aksi tak biasa Presiden Joko Widodo saat memasuki area acara. "Presiden Joko Widodo masuk ke Stadion Gelora Bung Karno dengan cara yang tak biasa dan dramatis, mengendarai motor ke panggung," lapor Reuters.

(Screenshot Reuters)

Laman The New York Times pun ikut mewartakan betapa megahnya acara pembukaan Asian Games di Jakarta dengan judul Indonesia Welcomes Asia With Explosive Opening Ceremony. Dalam laporannya, The New York Times menyebut sebuah panggung megah yang menampilkan gunung berapi menjadi pusat pergelaran. Sebanyak 3.600 penampil menari dalam berbagai kostum yang berwarna-warni. "Sajian tersebut menghibur penonton yang hadir juga jutaan lainnya yang menonton lewat TV," ujar mereka.

(Screenshot The New York Times)

Sementara itu, dari India, laman The Times of India melaporkan pembukaa Asian Games 2018 dalam liputan berjudul Asian Games 2018 begin with explosive opening ceremony in Jakarta. Tak hanya mengelaborasi penampilan apik malam itu, media tersebut juga memberi kredit pada dinamika acara yang mereka sebut peuh energi. "Merah menjadi warna dominan dalam acara tersebut. Lewat acara itu, Indonesia menunjukkan budaya mereka dalam penampilan tari dan lagu spektakuler yang penuh energi," ujar mereka.

(Screenshot The Times of India)

Elaborasi serupa juga ditampilkan laman The Strait Times. Media Singapura tersebut menuliskan meriahnya gelaran pembukaan Asian Games dalam tajuk Asian Games: Indonesia welcomes continent for 18th Asiad with spectacular opening ceremony. Menyebut gelaran itu spektakuler, The Star menyoroti ukuran panggung yang sepanjang 120 meter, lengkap dengan gunung berapi dan air terjun. Mereka juga menjelaskan bahwa panggung megah itu dibuat khusus oleh para seniman Jakarta dan Bandung.

(Screenshot The Strait Times)

Kantor Berita Xinhua pun tak ketinggalan memmberikan pujian terhadap gelaran pembukaan Asian Games 2018. Kantor Berita Tiongkok itu menuliskan Asian Games open in Jakarta amid grand ceremony.

(Screenshot Xinhua)

Dari Timur Tengah, laman Gulf News turut melaporkan dalam tajuk ‘Energy of Asia’ explodes at Jakarta. Mereka memuji keberagaman budaya yang ditampilkan dalam upacara pembukaan tersebut. "Konser pembuka menampilkan keberagaman budaya, sumber daya alam, dan etnis Indonesia. Keberagaman yang berasal dari 17.508 pulau itu benar-benar merefleksikan slogan turnamen, yakni Energy of Asia," lapor mereka.

(Screenshot Gulf News)

Dari Malaysia, media The Star menuliskan Asian Games back in Indonesia after 56 years with a grand opening ceremony. "Indonesia mengantarkan Asian Games kembali ke negara mereka setelah 56 tahun dengan gaya yang jelas, kemegahan, dan perayaan besar," ujar The Star mengawali laporan mereka. Media Malaysia itu menyebut nyaris tak ada momen yang membosankan dalam acara yang berlangsung selama 3 jam tersebut. Tema Energy of Asia benar-benar menjadi pusat yang sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memang negara besar yang mampu menjadi tuan rumah ajang internasional.

(Screenshot The Star)

Acara pembukaan yang megah memang patut membuat Indonesia berbangga. Kerja keras putra bangsa dalam menyiapkan gelaran tersebut membuahkan banyak pujian. Wishnutama yang menjadi Creative Director OCC Asian Games 2018 ialah salah satu yang menjadi motor di balik pertunjukan hebat tersebut. Bersama musisi Addie MS dan Ronald Steve, koreografer Eko Suprianto dan Deny Malik, serta desainer fesyen Rinaldy Yunardi dan Dynand Fariz, Wishnutama menjadi otak di balik kemegahan tata panggung tata pembukaan Asian Games. Dalam wawancara di acara Mata Najwa, Wishnutama menjelaskan panggung Asian Games berdimensi panjang 120 meter, dengan lebar 30 meter, dan tinggi 26 meter.

Selain itu, panggung tersebut memiliki berat 600 ton dengan 150 ribu liter air di dalamnya. Beberapa ide-ide kreatif ia ciptakan untuk menampilkan hiburan yang spektakuler.

Panggung Asian Games 2018 dibongkar untuk kembali jadi lapangan atletik. (foto: Instagram @wishnutama)

Sehari setelah pembukaan Asian Games 2018 sukses digelar, panggung megah itu pun dibongkar. "Pada saat banyak orang memposting gambar-gambar indah panggung ini semalam, justru kami harus kerja keras membongkar panggung yang luar biasa menopang acara semalam dalam waktu 60 jam untuk kembali dijadikan lapangan atletik," ujar CEO Net Mediatama Televisi itu dalam unggahan Instagram miliknya.

(foto: Instagram @wishnutama)

Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan sepenuh hati dari semua pihak pendukung acara. "Terima kasih juga kepada semua yang telah mengapresiasi dan menghargai kerja keras kami selama ini untuk Indonesia," ujarnya pada unggahan lainnya.

Wah, bangga banget ya.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan