Dampak Buruk Emotional Eating

Ana AmaliaAna Amalia - Rabu, 22 Juli 2015
Dampak Buruk Emotional Eating

Abraresto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kuliner - Beberapa orang menjadikan makan sebagai cara 'pengalihan' akibat suasana hati yang tak karuanan. Biasanya hal ini terjadi karena stres akibat permasalahan asmara tapi tak jarang juga stres akibat permasalahan lain seperti masalah pekerjaan, keuangan dan sebagainya.

Tapi hati-hati loh, jika didiamkan hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan kamu. Tubuh bisa semakin melebar, berbagai penyakit seperti kolesterol, diabetes, hingga stroke pun terus mengancam. Untuk mencegah terjadinya binge eating disorder, simak fakta-fakta unik mengenai “hubungan terlarang” antara emosi dan makanan yang perlu kamu ketahui seperti yang dilansir Abraresto.com.

Cokelat Pereda Stres

Banyak orang menjadikan cokelat sebagai 'obat mujarap' untuk menghilangkan stres. Cokelat dipercaya mampu menimbulkan hormon dopamine dalam otak untuk memproyeksikan perasaan bahagia. Tapi jangan jadikan ini sebagai suatu kebiasaan, sebab dengan berat 43g yang di dalamnya terkandung 210 kalori, 13g lemak dan 24g gula. Mengkonsumsinya satu batang coklat tersebut setiap hari? hmm, coba dipikirkan lagi yah.

Es Krim Penghapus Kesedihan.

Bentuknya yang lucu dengan berbagai warna-warni ditambah rasanya yang manis dan meleleh di lidah membuat Es Krim mampu menghapus suasana hati yang sedih jadi bahagia. Mengapa demikian? Saat sedih, otak membutuhkan asupan lemak dan bukannya rasa manis, asam ataupun juga pahit karena kesedihan membuat sensor rasa seseorang menjadi sedikit lebih kebas. Makanya jika pada saat datang ke pemakaman kamu merasa makanan yang dimasak hambar, itu karena pengaruh kesedihan foodies. Nah, kesedihan juga membuat sensor tubuh terhadap makanan berlemak menjadi berkurang dan seringkali setiap orang yang sedih tidak peduli jika dietnya gagal dan berujung pada penambahan berat badan.

Gula Pemberi Semangat.

Makanan manis memang dikenal sebagai mood booster, sebab cemilan manis lainnya mampu menimbulkan sugar rush – sebuah sensasi psikologis pada saat gula meresap dengan cepat ke dalam pembuluh darah yang meningkatkan adrenalin dan membakar energi untuk giat beraktivitas selama beberapa saat.

Jadi enggak heran yah donat, cokelat, pretzel, cookies ataupun brownies mampu memberi semangat berlebih saat hopeless melanda.

Original artikel dari AbraResto.com, web super lengkap untuk menemukan referensi restoran terkini di Jakarta dan sekitarnya.

BACA JUGA:

5 Kuliner Paling Pedas di Asia

Tips dan Trik Buka Puasa di Restoran Buffet

Tips Berpuasa Sehat Selama Ramadan

Tips Makan Asyik di Street Food Bangkok

4 Kuliner Mie yang Bikin 'Nagih'

 

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More
Bagikan