MerahPutih.com - Centre For Strategic And Internasional Studies (CSIS) menilai manuver politik identitas di Pemilu 2019 mendatang tidak akan begitu berefek jika digunakan untuk menyerang Jokowi.
Hal itu diungkapkan Peneliti CSIS Arya Fernandes saat menggelar konferensi Pers rilis survei 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Pakarti Jakarta Pusat, Selasa (12/9).
"Efek politik identitas yang digunakan saat Pilkada DKI Jakarta tidak akan besar jika digunakan kepada Jokowi," katanya.
Arya menuturkan, agak unik melihat fenomena kekalahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilkada DKI Jakarta lalu. Petahana yang memiliki elektabilitas bagus,kalah, bahkan dipenjara.
"Dugaan saya tidak akan berefek besar, seperti yang terjadi pada Ahok," imbuhnya.
Alasannya, selain memiliki elektabilitas bagus dengan dukungan partai politik besar, Jokowi juga berakar dari kalangan mayoritas.
"Sebab, selain dia muslim, Jawa, dia (Jokowi) memiliki elektabilitas dan tingkat kepuasan publik yang tinggi," ujar Arya.
Di sisi lain, elektabilitas oposisi, terutama Prabowo masih stagnan. "Partai oposisi relatif kehilangan isu yang tampak dari tidak adanya isu utama yang digalang," pungkasnya. (Fdi)
Baca juga berita terkait hasil survei CSIS di: Pemilu 2019, CSIS: AHY Bisa Jadi Kuda Hitam