Cloudburst Teriakkan Kekacauan di Langit Cerah Lewat Album 'Clear Blue Sky'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Juni 2025
Cloudburst Teriakkan Kekacauan di Langit Cerah Lewat Album 'Clear Blue Sky'

Cloudburst lepas album terbaru 'Clear Blue Sky'. (foto: dok/Lawless)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Langit Yogyakarta kembali bergetar, kali ini oleh gebrakan baru dari unit chaotic hardcore, Cloudburst, yang merilis album penuh bertajuk Clear Blue Sky.

Album ini hadir sebagai penanda fase baru dalam eksplorasi musikal band yang dikenal dengan karakter suara liar, mentah, dan penuh amarah.

Sejak dentuman pertama, Clear Blue Sky membuka ruang bagi pengalaman sonik yang tak hanya menghantam, tapi juga mengaduk emosi dan memancing refleksi.

Tak lagi hanya menyalak dengan nada agresif, Cloudburst menunjukkan kematangan dalam meracik kekacauan menjadi komposisi yang presisi.

Suara drum yang meledak-ledak, riff gitar tajam dan berlapis, serta teriakan vokal penuh tekanan berpadu dalam sebuah lanskap bunyi yang tak ramah namun jujur. Ini adalah bentuk kekacauan yang terukur—emosi yang diledakkan dalam tempo cepat dan dinamis.

Baca juga:

Aldi Haqq Rekam Perjalanan Patah Hati di Album Pertamanya

Uniknya, album ini dimastering di Godcity Studios, studio milik Kurt Ballou (gitaris Converge) yang dikenal luas sebagai pusat produksi musik ekstrem dunia.

Proses mastering ditangani oleh Zach Weeks, memberikan karakter akhir pada album ini—mengunci seluruh kekacauan dalam produksi yang tajam, penuh ruang, dan tetap brutal. Hasilnya adalah sebuah rekaman yang padat, bertenaga, namun tetap menyisakan napas untuk menikmati setiap detail distorsi dan disonansi.

"Jadi kami memang punya cita-cita untuk rekaman di Godcity Studios di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Kami tuh udah email-emailan dengan Kurt Ballou di sekitar 2021," ujar sang vokalis Okta.

Baca juga:

Audi Kirana Ungkap Perjuangan People Pleaser lewat Single Terbaru 'All For You'

Album ini seolah dibangun dengan rasa urgensi. Seperti ingin mengatakan sesuatu yang tak bisa ditunda. Judul Clear Blue Sky sendiri menyiratkan kontras—antara ketenangan langit dan hiruk-pikuk jiwa. Sebuah pernyataan bahwa dalam beningnya langit pun bisa tersembunyi badai yang meletup tanpa aba-aba.

Lewat lagu-lagu seperti 964-Pinocchio, Cloudburst membebaskan dirinya dari struktur konvensional. Mereka tak sekadar bermain keras, tapi juga bermain bebas. Ritme yang berubah tiba-tiba, vokal yang seakan berteriak dari dalam ruang sempit, hingga jeda-jeda sunyi yang menggantung di tengah ledakan suara—semuanya dirancang untuk menciptakan pengalaman intens yang terasa mentah dan nyata.

Clear Blue Sky dirilis secara resmi pada 9 April 2025, dalam format digital dan CD. Bagi para pendengar yang tak gentar menghadapi kebisingan dan keresahan, album ini bukan sekadar rilisan musik—melainkan ajakan masuk ke dalam dunia Cloudburst yang penuh kegelisahan, konfrontatif, dan tak pernah kompromi. Sebuah perjalanan sonik di bawah langit yang tak pernah benar-benar tenang. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - 2 jam, 32 menit lalu
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
ShowBiz
Andre Taulany Rilis 'Pertama Kali', Interpretasi Baru dari Lagu Stinky 'Pertama X'
Andre Taulany merilis 'Pertama Kali' pada akhir Agustus 2026, interpretasi baru dari lagu Stinky 'Pertama X' dengan aransemen kekinian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Andre Taulany Rilis 'Pertama Kali', Interpretasi Baru dari Lagu Stinky 'Pertama X'
ShowBiz
Obelisk Stereo Rilis EP Perdana 'Sheol', Merangkai Kisah tentang Siklus Kehidupan dan Kematian
Obelisk Stereo merilis EP perdana Sheol, berisi enam trek dengan eksplorasi bunyi surealis dan gagasan tentang siklus kehidupan, kematian, serta eksistensi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Obelisk Stereo Rilis EP Perdana 'Sheol', Merangkai Kisah tentang Siklus Kehidupan dan Kematian
ShowBiz
Whisnu Santika Gandeng eńau di Lagu 'Tak Peka', Simak Liriknya yang Relevan
Whisnu Santika menggandeng eńau dalam lagu 'Tak Peka', yang mengisahkan usaha memahami pasangan dan perbedaan cara mengekspresikan kasih sayang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Whisnu Santika Gandeng eńau di Lagu 'Tak Peka', Simak Liriknya yang Relevan
ShowBiz
Makna 'Leuwai Hehe Rasa', Mengenang Rasa Cinta yang Pernah Diberikan
Secara umum, judul Leuwai Hehe Rasa kerap dimaknai sebagai 'rasa yang kau beri'.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Makna 'Leuwai Hehe Rasa', Mengenang Rasa Cinta yang Pernah Diberikan
ShowBiz
E'LAST Resmi Bubar, Kontrak Anggota Berakhir setelah Enam Tahun
E Entertainment mengungkapkan bahwa pihak agensi dan para personel telah sepakat untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
E'LAST Resmi Bubar, Kontrak Anggota Berakhir setelah Enam Tahun
ShowBiz
Dari Cinta hingga Rasa Bersalah, Sheryl Sheinafia Ceritakan Perjalanan Hidup lewat Album 'Bittersweet'
Sheryl Sheinafia merilis album 'Bittersweet' berisi sembilan lagu tentang cinta, ketidakpastian, rasa bersalah, bertahan, dan belajar melepaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Dari Cinta hingga Rasa Bersalah, Sheryl Sheinafia Ceritakan Perjalanan Hidup lewat Album 'Bittersweet'
ShowBiz
Clubwater Rilis Single 'Cherry Lies', Buka Jalan Menuju Album Kedua
Clubwater merilis single terbaru 'Cherry Lies' melalui Tarsius Records. Lagu ini menjadi pembuka menuju album penuh kedua yang hadir Oktober mendatang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Clubwater Rilis Single 'Cherry Lies', Buka Jalan Menuju Album Kedua
ShowBiz
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Seniman bunyi asal Samarinda, Theo Nugraha, terlibat dalam album 'Prosthetic Reality' bersama Iggor Cavalera dan sejumlah nama musik ekstrem dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
ShowBiz
Aruma Tuangkan Perjalanan Menerima Diri Lewat EP Baru 'Dan Ternyata Aku Cukup'
Aruma menghadirkan EP Dan Ternyata Aku Cukup berisi lima lagu yang merekam perjalanan emosional, menerima diri, berdamai, dan menemukan rasa cukup.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Aruma Tuangkan Perjalanan Menerima Diri Lewat EP Baru 'Dan Ternyata Aku Cukup'
Bagikan