Cinta Beracun dari Bradley Simpson dalam Single 'Picasso'
Bradley Simpson rilis single kedua. (Dok. Bradley Simpson)
MerahPutih.com – Bradley Simpson melanjutkan perjalanan bermusiknya lewat Picasso selepas single perdana Cry At The Moon. Diproduseri oleh BOOTS (Beyonce), peraih dua kali nominasi Grammy, dengan undercurrent nuansa psychedelia tahun 60-an yang dreamy dan bedroom pop yang wonky.
“Picasso adalah tentang salah satu cinta beracun yang kamu tahu buruk bagimu, tetapi ada sesuatu yang luar biasa tentang hal itu yang membuat kamu terus kembali.”
“Kamu selalu berharap bahwa segala sesuatunya akan berubah menjadi yang terbaik, jadi kamu terus memberikan kesempatan ketika mungkin jika dipikir-pikir, kamu seharusnya berhenti lebih awal,” ucap Bradley Simpson dalam keterangan resmi yang diterima MerahPutih.com, Jumat (11/5).
Baca juga:
Picasso adalah simbol pekerjaan yang sangat baik dari Bradley: menciptakan lagu-lagu dengan daya tarik yang seketika, namun dengan nuansa lirik yang memberikan keterkaitan yang dapat membuat orang menjalin hubungan lebih dalam. Liriknya yang mencolok “turning torture into art” menarik perhatian dan menginspirasi penelusuran lebih dalam tentang narasi di baliknya.
Sesi rekamannya juga sederhana, dengan eksterior yang kotor dan penuh grafiti di Flux Studios New York yang terbuka, memperlihatkan ruang yang penuh dengan sejarah, koleksi peralatan antik dan asap rokok yang mengepul, tempat di mana The Strokes merekam debut klasik mereka 'Is This It'. (far)
Bagikan
Berita Terkait
Joji Rilis Single 'Last of a Dying Breed', Hadirkan Nuansa Kelam dan Melankolis
Lirik Lagu 'Close to You/Jauh' dari Reality Club, Punya Makna Mendalam soal Rasa Gelisah
Ameena Hadirkan Lagu Baru 'Cipak Cipuk', Gandeng BaLiTa dan Tampilkan Azura
Arvian Dwi Tuangkan Kisah Cinta Tak Terbalas lewat 'Hatimu Milik Dia', Simak Lirik Lagunya
Febinda Tito Rilis Album 'Terbentur, Terbentur, Terbentur', Kisah Bertahan dari Kegagalan
Lewat Album 'taste', PYC Hadirkan Perjalanan tentang Cinta dan Ketergantungan Emosi
Single Baru no na 'work' Padukan Energi Pop Global dan Ritme Indonesia
Lirik "Big Girls Don’t Cry” dari Fergie, Lagu Kritik Sosial Dibalut Kisah Patah Hati
Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia
Vadesta Rilis 'Aku Tetep Bali', Kisah Keteguhan Hati untuk Bertahan demi Cinta