MerahPutih.com - Christopher Nolan mendapat apresiasi langsung dari Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, atas langkahnya mengadaptasi epik legendaris Yunani karya Homer melalui film The Odyssey. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sebuah panggilan video yang berlangsung pada pekan ini.
Dukungan dari Mitsotakis menjadi angin segar di tengah perbincangan yang berkembang di media sosial setelah pakar klasik sekaligus penulis adaptasi karya Homer, Emily Wilson, mengomentari proyek film tersebut.
Kritik Emily Wilson terhadap Sosok Odysseus
Dalam laporan The Guardian, Emily Wilson menilai penggambaran karakter Odysseus dalam garapan Nolan terlalu dangkal. Menurutnya, tokoh utama tersebut tampil satu dimensi dan karakter-karakter lain tidak memiliki motivasi tindakan yang cukup meyakinkan.
Meski demikian, apresiasi dari pemerintah Yunani menunjukkan dukungan terhadap upaya Nolan membawa salah satu karya sastra paling berpengaruh dari Yunani kuno ke layar lebar.
Baca juga:
'Spider-Man: Brand New Day' Geser 'The Odyssey', Pecahkan Rekor Debut Box Office
Aktivitas video call antara Christopher Nolan dan Kyriakos Mitsotakis dibagikan melalui kantor lembaga resmi Pemerintah Yunani.
Dalam dokumentasi yang dirilis, terlihat sejumlah gambar dan catatan berbahasa Yunani yang menggambarkan suasana pertemuan daring berlangsung hangat.
Perdana Menteri mengucapkan selamat kepada pembuat film Inggris tersebut karena telah membawa puisi epik Homer ke layar lebar dan berterima kasih kepadanya atas kontribusi film tersebut dalam meningkatkan minat global terhadap budaya Yunani kuno, menambahkan bahwa produksi semacam itu menjembatani warisan budaya Yunani yang kaya dengan kreativitas kontemporer.
Produksi Selama Tiga Bulan di Yunani
Mitsotakis juga mengapresiasi keputusan Christopher Nolan yang memilih Yunani sebagai lokasi utama pengambilan gambar The Odyssey.
Baca juga:
Musik di FIlm 'The Odyssey' Jadi Sorotan, Ludwig Göransson Ungkap Eksperimen Instrumen Yunani Kuno
Tim produksi menjalani proses syuting selama tiga bulan di wilayah Peloponnese, Yunani, pada musim semi 2025. Sejumlah lokasi ikonik yang digunakan antara lain Gua Nestor, Pantai Voidokilia, Pantai Almyrolaka, Kastil Methoni, dan Acrocorinth.
Film The Odyssey diproduksi dengan nilai sekitar Rp4,4 triliun. Produksi tersebut juga memanfaatkan program subsidi berupa potongan pajak film sebesar 40 persen dari Pemerintah Yunani dengan nilai mencapai Rp 129 miliar. (Tka)

