Merahputih.com - Binaragawan Indonesia Chris Putra kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Tampil di IFBB Huanji Xi’an China Pro 2026, Chris berhasil meraih posisi runner-up atau juara kedua pada kelas Men's Physique.
Kompetisi tersebut berlangsung di Xi’an, China, Minggu (13/9). Chris harus puas berada di belakang atlet tuan rumah, Juxian He, yang keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, Li Xiaolong menempati posisi ketiga.
Berdasarkan scorecard yang tersedia, Juxian He mengumpulkan tiga poin, sedangkan Chris Putra berada di posisi kedua dengan enam poin. Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang cukup ketat di antara para atlet yang tampil.
Baca juga:
Inspiratif, Nenek asal Korea Ini Masih Aktif Lakukan Binaraga di Usia 75 Tahun
Namun, keputusan juri tersebut kemudian menjadi perbincangan di kalangan penggemar binaraga. Sejumlah unggahan di media sosial mempertanyakan penempatan Chris di posisi kedua dan membandingkan kondisi fisik sang atlet dengan Juxian He setelah pertandingan.
Perdebatan mengenai hasil penjurian bukan hal baru dalam kompetisi binaraga profesional. Penentuan pemenang tidak semata-mata ditentukan oleh ukuran massa otot, tetapi juga mencakup proporsi tubuh, simetri, conditioning, detail otot, serta kemampuan atlet menampilkan keseluruhan fisiknya di atas panggung.
Karena itu, perbandingan melalui foto atau video yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan seluruh aspek yang menjadi pertimbangan panel juri.
China Jadi Bagian Penting Karier Chris Putra
Terlepas dari polemik yang muncul, posisi runner-up di Huanji China Pro 2026 tetap menjadi pencapaian penting bagi Chris Putra.
China sebelumnya juga memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier profesionalnya. Pada 2024, Chris berhasil memenangkan DMS Pro Show di Tianjin. Kemenangan tersebut sekaligus membawanya mendapatkan tiket menuju Mr. Olympia 2024 setelah sebelumnya empat kali gagal lolos ke ajang bergengsi tersebut.
Huanji China Pro 2026 pun menjadi salah satu kesempatan penting bagi Chris untuk melanjutkan perjalanannya menuju Mr. Olympia 2027. Sebelum kompetisi berlangsung, Chris disebut membidik gelar juara demi mengamankan tiket kualifikasi.
Meski target tersebut belum tercapai, podium kedua tetap menjadi hasil positif bagi atlet Indonesia tersebut.
Baca juga:
Polemik Hasil Penjurian
Perdebatan mengenai posisi Chris Putra menunjukkan bahwa hasil kompetisi binaraga profesional kerap memunculkan interpretasi berbeda di kalangan penonton.
Foto dan video pertandingan yang tersebar di media sosial memang memungkinkan penggemar membandingkan penampilan para atlet secara langsung. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan panel juri yang bertugas menilai berdasarkan kriteria dan standar kompetisi.
Dengan demikian, polemik terkait posisi Chris Putra lebih tepat dipandang sebagai perdebatan publik mengenai hasil penjurian. Sejauh informasi yang tersedia, belum ada keterangan resmi yang menyatakan telah terjadi pelanggaran, kecurangan, atau perubahan terhadap hasil pertandingan.
Chris Putra pun tetap meninggalkan panggung Huanji China Pro 2026 dengan membawa pulang medali perak. Podium tersebut menambah catatan perjalanan Chris di IFBB Pro League sekaligus memperlihatkan semakin ketatnya persaingan di kelas Men's Physique. (Far)