Chris Cornell Bantu Pemulihan Ketergantungan lewat Tali Gitar

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 20 Oktober 2017
Chris Cornell Bantu Pemulihan Ketergantungan lewat Tali Gitar

Chris Cornell. (foto: twitter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSISI Chris Cornell memang telah meninggal 18 Mei lalu akibat bunuh diri setelah berjuang melawan ketergantungan obat selama bertahun-tahun. Namun, lewat sebuah memorabilia, ia berpartisipasi dalam upaya perawatan terhadap ketergantungan.

Cornell menjadi salah seorang selebritas top yang menyumbangkan barang pribadi untuk dana amal MusiCares MAP Fund. Itu merupakan badan amal milik Recording Academy yang khusus didedikasikan untuk perawatan pemulihan ketergantungan. Selain Cornell, artis seperti Elton John, frontman Foo Fighters Dave Grohl, pemain bas Nirvana Krist Novoselic, dan Iggy Pop juga disebut sebagai penyumbang untuk dana amal tersebut.

Neil Portnow, Presiden dan CEO Recording Academy dan MusiCares, memuji Cornell yang sudah menjadi penyumbang selama bertahun-tahun. Ia juga menyebut Cornell sebagai musisi legendaris, unik, ikonik, perhatian, dan musisi yang provokatif.

Koleksi yang disumbangkan berjumlah 25-30 buah dengan rentang harga US$ 1.200-US$ 1.800. Namun khusus untuk memorabilia milik Cornell, sebuah tali gitar, akan dibawa ke New York, London, Paris pada musim semi 2018 sebelum dilelang untuk acara amal MusiCares di Mei 2018.

Cornell menyumbangkan tali gitar itu sebelum ia melakukan bunuh diri. Pihak keluarga telah menyetujui lelang gitar itu seraya menyebut itulah hal yang diinginkan sang musisi.

"Ketergantungan merupakan penyakit. Kita semua telah kehilangan banyak sekali orang tersayang karena penyakit ini. MusiCares mendukung penuh komunitas musik dalam perjuangan mereka melindungi mereka yanng berjuang dengan penyakit ini," ujar Vicky Cornell, istri Chris Cornell.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan