MerahPutih.com - China menduduki posisi puncak klasemen akhir Asian Games 2018 dengan mengumpulkan 132 emas, 92 perak dan 65 perunggu. Indonesia sendiri sebagai tuan rumah mencatatkan sejarah rekor peringkat tertinggi dalam keikusertaanya selama ini duduk di posisi 4.
Sejak awal Asian Games 2018, China sudah melesat meninggalkan pesaingnya seperti Jepang dan Korea Selatan. Negeri Tirai Bambu itu total meraih 289 medali dengan rincian 132 emas, 92 perak dan 65 perunggu. Gelar juara umum itu terasa manis mengingat China akan menjadi tuan rumah pada edisi yang akan datang.
Torehan total 289 medali yang dicapai atlet-atlet Tiongkok jauh di atas Jepang dan Korsel yang masing-masing duduk di peringkat 2 dan 3. Jepang di peringkat kedua hanya mengoleksi 205 medali, meliputi 75 emas, 56 perak dan 74 perunggu. Korsel sendiri hanya mampu mendapatkan 49 emas, 58 perak, 70 emas.
Indonesia sendiri tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu melampaui jauh target peringkat 8 dan 16 emas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal jelang pembukaan Asia Games 2018 pada 18 Agustus lalu.
Berdasarkan klasemen akhir, Indonesia berada pada posisi kempat dengan perolehan 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Total, kontingen Merah Putih mendulang 98 medali.
Dari jumlah tersebut, cabang olahraga pencak silat menjadi lumbung emas bagi Indonesia. Wewey Wita dan kawan-kawan mengumpulkan 14 emas. Padahal, mereka hanya ditargetkan untuk mendapatkan enam medali emas.
Sementara itu, medali emas terakhir datang dari cabang sepak takraw nomor Quadrant Putra. Medali emas diperoleh melalui kemenangan 2-1 (15-21, 21-14, 21-16) atas Jepang di final yang berlangsung di Ranau Hall Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (1/9) siang.
Jumlah 31 kepingan emas menjadi catatan terbaik Indonesia selama mengikuti Asian Games. Sebelumnya, Indonesia mendulang 15 emas pada Asian Games Teheran 1974.

(*/BolaSkor.com)