Fashion

'Chest Rigs', Tas Hype buat Pria di 2019

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 06 Februari 2019
'Chest Rigs', Tas Hype buat Pria di 2019

Buat cowok, tas model chest rigs lagi hype bnaget. (foto: theblast.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA bilang lelaki enggak butuh tas. Di 2019 ini, model tas chest rigs jadi model yang paling populer. Tas tersebut digantungkan di depan dada atau bahu.

Tas hands-free ini cukup besar untuk menaruh keperluan para lelaki. Terlebih chest rigs bisa memberikan fashion statement keren buat pria. Berikut ini beberapa brand chest rigs yang perlu kamu lihat.


1. Ambush

ambush, chest rigs
Bergaya ala koboi. (foto: fashionbeans)


Ambush meluncurkan produk tas holster dengan desain yang cukup unik. Strap tasnya dipakai di pundak dan ada dua kantong tas di setiap sisinya. Kalau melihat tas dari Ambush ini kamu pasti teringat sama konoi yang menaruh pistolnya di saku kiri dan kanan. Ingin memiliki tas ini? Kamu cukup mengeluarkan Rp22 juta.

2. Palmer Pouch

palamer pouch, chest rigs
Strap dibuat silang berbentuk X. (foto: fashionbeans)

Chest rigs dari Palmer Pouch mungkin jadi salah satu tas termahal karena bisa mencapai Rp1 miliar lo! Walaupun mahal, dijamin deh enggak akan ada yang bisa meniru gaya kamu. Model tas ini digantungkan di bahu dengan bentuk X dan ada dua pouch di bagian samping.

3. Alyx

alyx, chest rigs
Alyx, pioneer dalam membuat chest rigs. (foto: fashionbeans)


Kalau berbicara mengenai chest rigs, brand Alyx bisa dikatakan sebagai pionir. Tas dari Alyx ini mempunyai pouch besar yang dipakai di depan dada. Kamu bisa melihat artis sekelas Kanye West berjalan-jalan dengan menggunakan tas ini.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan