MerahPutih.com - Dunia sepak bola Inggris mendadak geger usai Mauricio Pochettino melempar bom spekulasi yang bikin guncang jagat Premier League.
Mantan juru taktik Tottenham Hotspur itu menuntut agar gelar juara Premier League musim 2016/17 dicabut dari tangan Chelsea dan secara resmi diserahkan kepada Spurs.
“Saya sudah mengatakan bahwa kami seharusnya memenangi satu gelar, satu Premier League,” kata Pochettino kepada para wartawan dikutip Goal, Kamis (10/9), merespons keputusan FA mendenda Chelsea 10 Juta Euro karena melanggar aturan keuangan klub antara 2011 dan 2018.
Baca juga:
Chelsea Raja Cuan Baru Eropa, Pecahkan Rekor Sejarah Transfer Musim Panas Raup 448 Juta Euro!
Chelsea Akui Dosa Transfer Ilegal Pilar Penting Juara Liga Musim 2017
Kubu The Blues terang-terangan telah mengakui ada 74 pelanggaran aturan keuangan di bawah kepemilikan Roman Abramovich, terkait pembayaran ilegal kepada agen yang tidak terdaftar untuk transfer-transfer pemain penting.
Pelanggaran itu termasuk perekrutan Eden Hazard, David Luiz, dan Nemanja Matic, pemain pilar saat Antonio Conte membawa Chelsea meraih gelar Premier League pada musim 2016/17.
Bagi Pochettino, denda finansial sama sekali tidak setimpal dengan dampak kerugian sportif yang dialami tim-tim yang bertanding secara jujur dan patuh pada aturan.
Itu benar, dan itu terjadi, tentu kami pantas menjadi juara untuk tahun itu. Karena kami adalah yang terbaik kedua,
Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur musim 2016/17

Eden Hazard, salah satu pilar utama Chelsea saat meraih gelar juara Premier League 2017. (Foto: Chelsea FC)
Chelsea Juara Liga 2017 Cuma Beda 7 Poin
Pochettino menegaskan persaingan pada musim 2016/17 sama sekali tidak berjalan di atas medan laga yang setara.
Saat itu, Tottenham Hotspur dipaksa berjuang habis-habisan menempel ketat Chelsea di papan atas klasemen, sebelum akhirnya harus puas finis di posisi runner-up dengan selisih tujuh poin semata.
Secara statistik, skuad asuhan Pochettino kala itu sebenarnya tampil sangat luar biasa dan mendominasi liga. Namun, catatan fantastis itu terasa hambar karena mereka mengakhiri musim tanpa menggenggam satu pun trofi di tangan.
Baca juga:
Mengetahui fakta kelam di balik kesuksesan rival sekotanya, Pochettino merasa sanksi uang tunai yang dijatuhkan FA benar-benar sebuah pengkhianatan terhadap prinsip fair play.
Mereka (Chelsea) dihukum, mereka mengakuinya, jadi selesai begitu saja? Gelar itu seharusnya menjadi milik tim yang finis kedua. Kami tidak bersaing dengan aturan yang sama,
Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur musim 2016/17
Tuntutan Tulis Ulang Buku Sejarah Liga Inggris Demi Keadilan
Terakhir, Pochettino menutup argumentasinya dengan menyebutkan lanskap finansial yang adil bisa saja mengubah jalan sejarah sepak bola Inggris di musim 2016/17.
Pochettino mengungkapkan jika Spurs memiliki keleluasaan anggaran yang sama tanpa menabrak aturan, mereka tentu berada di posisi yang jauh lebih diuntungkan untuk mengamankan deretan pemain bintang penentu kemenangan di musim itu.
"Oke, sekarang kita bisa mengatakan bahwa mereka mencetak gol, mereka memenangi pertandingan. Tetapi sangat adil untuk mengatakan bahwa kami tidak bersaing sebelum awal musim dengan kartu yang sama," tutup pria yang kini menjadi pelatih Timnas Amerika Serikat itu. (*)