'Chef Leah with a Big Heart', Kisah Chef Cilik Leah Choy dalam Berbagi Kasih

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 29 Januari 2019
'Chef Leah with a Big Heart', Kisah Chef Cilik Leah Choy dalam Berbagi Kasih

Chef Leah Choy berbagi kasih lewat cupcakes. (foto: Facebook Chef Leah with a Big Heart)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APA yang bisa dilakukan anak umur 9 tahun untuk menolong adiknya yang mengalami kerusakan otak? Mungkin kamu akan menjawab, tak banyak yang bisa dilakukan.

Namun, tidak demikian dengan Leah Choy. Gadis cilik berusia 9 tahun asal Malaysia ini mengubah cintanya kepada sang adik menjadi kebaikan untuk semua.

1. Membuat cupcakes untuk menolong

chef leah choy
Chef Leah membuat dan menjual cupcakes demi menolong sang adik. (foto: facebook Chef Leah with a Big Heart)


Leah berusia empat tahun ketika adiknya, Adele, didiagnosis mengalami kerusakan otak. Di usianya yang amat belia itu, Leah mewujudkan cinta kepada adik kandungnya dengan caranya sendiri.

Ia berusaha mengumpulkan uang dengan cara membuat dan menjual cupcakes. Dia berpikir, itu merupakan cara terbaik yang bisa dia lakukan. Kebaikan yang sama itulah yang kemudian mengantarkannya mendapatkan Young Changemakers Award 2015.


Dari internet, Leah belajar cara memanggang kue. Tak disangka, niat untuk membantu itu malah membuka bakat baru di diri Leah.

2. Kisahnya dibukukan

chef leah choy
Membagikan kisahnya lewat buku. (foto: facebook Chef Leah with a Big Heart)

Tekad yang kuat untuk menunjukkan cinta kasihnya kepada sang adik membuat Leah menemukan bahwa ia punya bakat dalam memanggang kue. Dari sanalah bakatnya terasah hingga ia menjadi seorang chef cilik.

Kini misi Leah telah tercapai, tetapi itu tidak membuat surut tekadnya. Dengan pengetahuan yang diperolehnya selama bertahun-tahun, hati dan keterampilannya terus tumbuh. Leah terus memanggang dan menjualnya untuk kepentingan siapapun yang membutuhkan. Sikap positif yang dimiliki Leah akan menginspirasi anak-anak dari segala usia, dan bahkan orang dewasa.

Buku Chef Leah with a Big Heart diluncurkan di Jakarta, Indonesia, Sabtu (26/1). Dalam rilis yang diterima Merahputih.com, chef Leah hadir mengenalkan bukunya di acara yang digelar di ruang pamer Nobilia Indonesia yang berlokasi di Mal Gandaria City.

Yenny Kusuma Hendra dari Kumala Home and Kitchen berkolaborasi dengan KitchenAid Indonesia dan TokoDapur.com merasa bersyukur karena berkesempatan mendukung Leah Choy dalam kesempatan ini. "Saya merasa apa yang dilakukan Leah Choy merupakan inspirasi setiap orang untuk melakukan kebaikan bagi sesamanya. Jadi saya senang bisa terlibat dalam event ini," ujarnya.

3. Buku yang menginspirasi anak-anak

chef leah choy
Buku yang menginspirasi semua orang. (foto: istimewa)


Mengangkat kisah kebaikan chef Leah, buku ini pantas banget masuk daftar baca untuk para orangtua dan anak-anak.

Kisah Leah yang menjual cupcakes untuk membantu orangtuanya dalam rangka pengobatan sang adik bernama Adele akan membangkitkan sisi baik tiap orang.

Selain itu, ini mengekspresikan kreativitas, keunikan, dan imajinasi Leah. Ada juga beberapa resep dan metode dalam memproduksi cupcakes dengan hiasan yang indah dalam buku ini.

Dengan isi yang sedemikian rupa, buku ini wajib dibaca atau dibacakan untuk anak-anak karena memperlihatkan bahwa tidak ada yang mustahil saat ada kebaikan yang datang dari hati.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan