Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 9 menit lalu
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026

Charlie Lim lepas album baru. (foto: dok/charlie lim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Singapura, Charlie Lim, akan kembali menyapa pendengar di Indonesia melalui listening party eksklusif pada 29 Oktober. Acara khusus undangan ini akan berlangsung di SUB0 Family, dengan showcase intim untuk memperkenalkan album studio ketiganya, DAYDREAM.

Melalui acara tersebut, para tamu berkesempatan menikmati penampilan Charlie dalam suasana yang lebih dekat dan personal. Kehadiran DAYDREAM sekaligus menandai babak baru perjalanan musikalnya, dengan pendekatan yang lebih tenang, reflektif, dan memberi ruang bagi emosi untuk berkembang secara alami.

DAYDREAM, Album tentang Refleksi dan Langkah ke Depan

DAYDREAM lahir dari kebiasaan Charlie Lim menengok kembali berbagai pengalaman masa lalu, mulai dari percakapan yang pernah terjadi hingga keputusan yang telah diambil.

Setelah bertahun-tahun mempertanyakan alasan di balik berbagai peristiwa, Charlie mulai mengarahkan perhatiannya pada pertanyaan yang lebih berorientasi ke depan. Bukan lagi sekadar mencari tahu “mengapa”, melainkan memikirkan “setelah ini harus bagaimana?”.

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu landasan album yang telah lama dinantikan ini. Alih-alih menawarkan jawaban pasti, DAYDREAM mengajak pendengar memandang kembali gagasan dan pengalaman yang akrab dari sudut pandang berbeda.

Baca juga:

Dru Chen X Charlie Lim Rilis 'Utopia Reimagined: If You Knew'

Charlie mengerjakan album ini selama tiga tahun dengan berpindah antara Singapura dan Inggris. Proses kreatifnya banyak mengandalkan intuisi, tetapi tetap melalui tahapan pengembangan yang panjang.

Sejumlah ide awal muncul secara spontan dalam sesi penulisan, kemudian dikembangkan, diubah, dan disempurnakan secara bertahap. Dalam proses tersebut, Charlie berusaha mempertahankan energi alami yang hadir ketika sebuah ide pertama kali tercipta.

Eksplorasi Musik dari Folk hingga UK Garage

Secara musikal, DAYDREAM bergerak di antara berbagai pendekatan, mulai dari folk yang intim, ambient, aransemen chamber, indietronica, hingga UK garage.

Beragam elemen tersebut hadir berdampingan tanpa membuat album ini terpaku pada satu genre. Hasilnya adalah eksplorasi sonik yang memberi ruang bagi perubahan suasana dan emosi di sepanjang rangkaian lagu.

Dibandingkan karya-karya sebelumnya, album ini juga lebih mengutamakan kesederhanaan dan kealamian dalam proses kreatif. Charlie tidak berusaha memenuhi setiap lagu dengan lapisan suara yang kompleks. Sebaliknya, ia memilih mengurangi elemen yang tidak diperlukan agar keheningan, ruang, dan kerentanan dapat berbicara lebih banyak.

Charlie menggambarkan pelajaran yang ia dapatkan selama proses tersebut melalui refleksinya.

Album (DAYDREAM) ini mengajarkan saya bahwa kejernihan sering kali datang dari mengurangi sesuatu dan mempercayakan keheningan, ruang, serta kerentanan untuk menyampaikan makna yang lebih dalam,

Charlie Lim.

Pendekatan ini menjadi salah satu karakter utama DAYDREAM, yang menempatkan emosi dan kejujuran ekspresi sebagai bagian penting dari keseluruhan pengalaman mendengarkan.

Kolaborasi dengan Sugi.wa dan Musisi Lintas Negara

Dalam proses produksinya, Charlie bekerja bersama produser asal Inggris, sugi.wa atau Will Goldsmith. Pendekatan yang intuitif dan eksploratif dari sang produser turut membentuk karakter album sejak tahap awal penulisan.

Sejumlah kolaborator juga memberikan kontribusi untuk memperkaya warna musik DAYDREAM. Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Skotlandia, Tamzene, berkolaborasi dengan Charlie dalam lagu The Hardest Thing.

Sementara itu, Principal Cellist Singapore Symphony Orchestra, Ng Pei-Sian, menghadirkan sentuhan sinematik melalui permainan cello pada lagu instrumental I Can Only Carry You This Far.

Pianis sekaligus organis Chok Kerong turut terlibat di sepanjang album. Proses produksi dan engineering juga mendapat dukungan dari Kin Leonn, Aneirin Wee, Andrei Eremin, dan Ian Lee.

Keterlibatan para musisi tersebut memperluas karakter sonik DAYDREAM tanpa menghilangkan pendekatan intim yang menjadi salah satu kekuatan album.

Baca juga:

Charlie Lim, Linying dan Katz Kolaborasi dalam 'Definitely'

Dari Penyesalan hingga Keberanian untuk Terus Melangkah

Tema refleksi dalam DAYDREAM juga tercermin melalui susunan lagu-lagunya. Album ini dibuka dengan One Day I’ll Learn, yang memandang penyesalan bukan sebagai hukuman, melainkan pengingat bahwa seseorang masih memiliki kesempatan untuk berubah.

Berikutnya, The Hardest Thing menghadirkan Tamzene sebagai rekan duet dalam lagu yang membahas kerumitan mempertahankan hubungan dan cinta.

Sementara itu, perjalanan album ditutup dengan I Got A Reason. Lagu tersebut tidak memberikan kesimpulan ataupun kepastian tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sebaliknya, penutup ini menyisakan gagasan sederhana tentang kemauan untuk terus melangkah, meskipun seseorang belum mengetahui dengan pasti ke mana perjalanan hidup akan membawanya. (Far)

#Musik #Musisi #Penyanyi #Singapura
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
Charlie Lim akan memperkenalkan album DAYDREAM lewat listening party eksklusif di Jakarta pada 29 Oktober. Simak konsep, kolaborator, dan makna lagunya.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 9 menit lalu
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
ShowBiz
Lagu 'Upside Down' Diana Ross Viral Lagi di TikTok, Ini Makna di Balik Liriknya
Lagu Upside Down milik Diana Ross kembali viral di TikTok sebagai backsound video transisi. Simak makna lagu tentang cinta dan ketidaksetiaan.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 40 menit lalu
Lagu 'Upside Down' Diana Ross Viral Lagi di TikTok, Ini Makna di Balik Liriknya
ShowBiz
Viral di TikTok, Lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe Punya Pesan Kuat untuk Perempuan
Lirik lagu Stop the Wedding! dari Ashe kini viral di TikTok. Ada makna khusus di balik liriknya soal perempuan.
Soffi Amira - 2 jam, 15 menit lalu
Viral di TikTok, Lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe Punya Pesan Kuat untuk Perempuan
ShowBiz
Vacations Rilis Album 'Pursuit of Anything', Cerita Pergulatan Cinta, Ambisi, dan Pencarian Kebahagiaan
Vacations merilis album 'Pursuit of Anything' melalui Nettwerk, menghadirkan lagu 'Lucky, Forever' yang terinspirasi dari pernikahan dua personel band.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 28 menit lalu
Vacations Rilis Album 'Pursuit of Anything', Cerita Pergulatan Cinta, Ambisi, dan Pencarian Kebahagiaan
ShowBiz
Tiket Ludes Kurang dari Satu Jam, Konser 'Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen' Siap Hibur Penonton 1 November 2026
Tiket konser Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen ludes dalam kurang dari satu jam. Konser digelar 1 November 2026 bersama Ello dan Sandhy Sondoro.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 54 menit lalu
Tiket Ludes Kurang dari Satu Jam, Konser 'Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen' Siap Hibur Penonton 1 November 2026
ShowBiz
Eleanor Whisper Bicara soal Luka dan Penerimaan Lewat Single 'Ini Hal Biasa'
Eleanor Whisper merilis 'Ini Hal Biasa'. Lagu yang ditulis sejak 2024 ini menjadi pembuka album ketiga mereka pada 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Eleanor Whisper Bicara soal Luka dan Penerimaan Lewat Single 'Ini Hal Biasa'
ShowBiz
Lyodra Rilis Album 'Terkunci di Kamu', Kisahkan Perjalanan dari Luka hingga Jatuh Cinta Lagi
Lyodra menghadirkan 10 lagu dalam album Terkunci di Kamu. Kisahkan perjalanan dari luka masa lalu menuju penerimaan dan keberanian mencintai kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Lyodra Rilis Album 'Terkunci di Kamu', Kisahkan Perjalanan dari Luka hingga Jatuh Cinta Lagi
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'You Broke Me First' Tate McRae, Kisah Luka Setelah Dikhianati
Makna lirik lagu You Broke Me First dari Tate McRae mengisahkan pengkhianatan, patah hati, dan perjuangan menerima perpisahan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Makna Lirik Lagu 'You Broke Me First' Tate McRae, Kisah Luka Setelah Dikhianati
ShowBiz
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'
Portura merilis FRAMES, mini album debut berisi lima lagu orisinal yang mengeksplorasi musik rock alternatif, keresahan sosial, dan pengalaman personal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'
ShowBiz
Arti Lirik lagu 'Cinta Tanpa Memiliki' dari Fadhil Music, Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Lagi patah hati? Cari tahu makna mendalam dan lirik lagu Cinta Tanpa Memiliki dari Fadhil Music versi slow rock yang emosional banget di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Arti Lirik lagu 'Cinta Tanpa Memiliki' dari Fadhil Music, Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Bagikan