SAAT pandemi datang ke Indonesia, salah satu elemen yang paling terkena dampaknya adalah industri hiburan, termasuk para selebritas. Hal ini terjadi pada semua pesohor, tidak terkecuali bagi seorang Prilly Latuconsina. Prilly harus beradaptasi dan mengubah strategi demi bertahan menghadapi badai pandemi.
Prilly Latuconsina dikenal sebagai selebritas Indonesia yang memiliki kesuksesan di usia yang masih terbilang belia. Tidak ingin bergantung pada dunia hiburan saja, ia juga merambah dunia entrepreneur.
Prilly sukses mendirikan beberapa usaha mulai dari kuliner hingga fashion, seperti Rebel Princess, Nona Judes, Bumbu Nona, Slimilly, dan Hellofish.id.
Baca juga:
Ubah Susah Jadi Berkah, Podkesmas Berhasil Melebarkan Sayap di Tengah Pandemi
View this post on Instagram
Ditemui Merahputih.com di kawasan Alam Sutera, Prilly membagikan ceritanya ketika pertama kali dihadapkan dengan situasi pandemi, kondisi yang membuatnya harus memutar otak untuk tetap bisa survive.
“Dari segi dunia film banyak banget hal yang dibatalkan sampai stres banget, lalu bagaimana caranya kita bisa survive? Tapi untungnya dengan perkembangan teknologi, di mana semuanya akhirnya bisa virtual, walaupun banyak mengalami penurunan, misalnya bisnis restoranku yang offline tutup, jadi kita hanya jalan online sekarang,” ungkap Prilly Latuconsina kepada Merahputih.com, Selasa (22/12).
Prilly mengaku, banyak pekerjaan yang harus dibatalkan, mulai dari syuting series untuk Ramadan, kemudian film yang harusnya rilis pada 2020 kembali di undur, hingga batalnya roadshow dari buku ketiganya yang telah selesai ditulis tahun ini.
Seiring adaptasi dengan dengan situasi pandemi dan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diberlakukan, momen tersebut dimanfaatkan Prilly untuk melanjutkan syuting dari series yang tertunda, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga:
Cara Haykal Kamil Survive di Bisnis Fashion Muslim saat Pandemi
View this post on Instagram
“Banyak banget yang dibatalkan dan ditunda tapi ada yang sempat jalan itu series-ku yang sedang tayang ‘My Lecturer My Husband dan juga ada satu film, itu juga dijalankan ketika peraturan PSBB mulai melonggar, jadi pihak kepolisian juga sudah menginzinkan asalkan kita mematuhi peraturan protokol kesehatan,” lanjut perempuan kelahiran 1996 itu.
Bukan hanya dari sisi dunia hiburan saja, beberapa usaha yang dimiliki Prilly tentu saja terkena dampak yang sama, menghadapi hal tersebut ia juga tidak kehabisan akal. “Dari sisi bisnis, aku melakukan perubahan untuk product development higga marketing strategy-nya, bagaimana caranya produk ini bisa memenuhi kebutuhan pasar,” jelasnya.
Saat ini, Prilly Latuconsina tengah menyiapkan produk terbarunya berupa perhiasan. Untuk produk ini, Prilly mempercayakan strategi pemasaran dengan cara yang berbeda kepada RAIYA Creative.
“Nanti akan ada brand baru dari aku, ini merupakan produk perhiasan di 2021 dan dari segi cara mempromosikannya juga berbeda yaitu dengan membuat webseries yang akan memasarkan produk ini,” tutup Prilly Latuconsina. (far)
Baca juga: