Cerita Gubernur Bali Saat Hadapi Letusan Gunung Agung Tahun 1963

Thomas KukuhThomas Kukuh - Rabu, 20 September 2017
Cerita Gubernur Bali Saat Hadapi Letusan Gunung Agung Tahun 1963

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika saat berbincang dengan wisataran mancanegara.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menceritakan pengalamannya menjadi korban letusan Gunung Agung yang pernah terjadi pada 27 Januari 1963 silam. Pada saat itu Pastika masih berusia 12 tahun dan harus mengungsi ke Sumatera karena gunung tertinggi di Bali tersebut meletus.

Mendengar kabar bahwa Gunung Agung kembali aktif setelah 50 tahun lebih tertidur, dia kembali merasakan trauma. "Jadi saya ikut merasakan. Tapi jangan samakan situasi saat itu dengan sekarang,” kata dia.

Menurutnya, saat Gunung Agung meletus pada 1963 belum ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Pemerintahannya belum seperti sekarang masih. Semua masih susah. Di Bali, orang yang punya mobil masih sedikit. di Karangasem ini barangkali ada tiga biji mobil," ungkap Pastika saat meninjau Pos Pantau Gunung Agung Desa Rendang, Karangasem, Selasa (19/9).

Dia menceritakan bahwa pada saat meletusnya Gunung Agung, situasi di Bali kala itu sangat gelap disertai hujan pasir. Mangku Pastika bersama keluarganya berada di Buleleng, Bali Utara.

“Air keruh semuanya, jadi panik sekali waktu itu. Ternyata (dampak dari letusan Gunung Agung) tidak hanya di Bali, tapi sampai ke Singapura. Debunya sangat dahsyat," tambahnya.

Dalam situasi sekarang ini, pihaknya sadar tidak akan bisa mencegah bencana alam. Namun yang dia lakukan bersama jajarannya adalah semaksimal mungkin mengurangi jumlah korban. “Baik korban jiwa, maupun korban benda," ujarnya.

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mengikuti arahan dari petugas tanpa alasan. Tentu saja hal itu untuk mengantisipasi jatuhnya banyak korban manusia dan benda. "Kalau disuruh mengungsi ya mengungsi,” kata dia.

Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan tempat-tempat untuk menitipkan barang-barang milik warga di sekitar Gunung Agung. Misalnya tempat penitipan kendaraan, hewan ternak dan lainnya. “Saya sudah meminta jajaran kepolisian dan TNI untuk menjaga tempatnya agar tidak ada pencurian. Jadi masyarakat tidak usah khawatir dengan harta bendanya,” tutupnya.

#Gunung Agung
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Cuaca Panas, 75 Ha Hutan di Gunung Agung Bali Terbakar
Ada sebanyak 19 titik api kebakaran yang terdeteksi dalam dua hari terakhir.
Dwi Astarini - Jumat, 01 November 2024
Cuaca Panas, 75 Ha Hutan di Gunung Agung Bali Terbakar
Indonesia
Pendaki Gunung Agung Diminta Waspada Potensi Bahaya Gas Beracun
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali membatasi pendakian di Gunung Agung, termasuk Gunung Batur.
Zulfikar Sy - Selasa, 28 Februari 2023
Pendaki Gunung Agung Diminta Waspada Potensi Bahaya Gas Beracun
Bagikan