Cerita di Balik Son Heung-min, Andalan Tottenham Hotspur Pengagum Park Ji-sung

Thomas KukuhThomas Kukuh - Kamis, 01 Maret 2018
Cerita di Balik Son Heung-min, Andalan Tottenham Hotspur Pengagum Park Ji-sung

Son Heung-min. (twitter @premierleague)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ada dua nama yang langsung diingat publik ketika melihat Tottenham Hotspur saat ini. Mereka adalah Harry Kane dan Dele Alli. Wajar, keduanya merupakan talenta lokal yang sedang moncer dan menanggung banyak harapan publik Inggris untuk memberikan kesuksesan kepada The Three Lions di masa depan.

Laiknya jenderal perang, keduanya memang menjadi ujung tombak permainan Tottenham asuhan Mauricio Pochettino. Tapi ingat, baik Alli dan juga Kane, takkan bisa bermain baik jika tidak didukung oleh rekan setim lainnya laiknya Christian Eriksen, Moussa Dembele, Eric Dier, atau Son Heung-min.

Nama terakhir memang terkesan underrated, karena berada di bawah bayang-bayang Kane. Publik seakan lupa jikalau Son telah mencetak 11 gol dan memberikan delapan assists dari total 38 laga yang dimainkannya musim ini. Jumlah itu memang tidak apa-apanya jika dibandingkan Kane. Tapi, kontribusi Son tidak kalah pentingnya dari pemain lainnya di Tottenham.

Melalui pergerakannya yang lincah di sisi sayap, direct saat melakukan penetrasi ke pertahanan lawan, serta kemampuannya mengolah bola, Son dapat menciptakan ancaman bagi lini belakang lawan dan membuka ruang bagi rekan setimnya. Namun Son, tetap merendah dengan peran pentingnya tersebut.

"Saya mencoba seperti mereka, tapi saya pikir tidak demikian. Harry dan Dele. Saya hanya memberitahu orang-orang bahwa saya bermain dengan mereka. Ini saja cukup bagi saya. Segala yang saya lakukan adalah berlatih setiap hari, tiap sesi latihan, dan berharap untuk terus belajar," ucap Son ketika diwawancara Dailymail, Minggu (25/2).

Son Heung-min
Son Heung-min (90min.com)

"Lihatlah Harry. Saya menyaksikannya berlatih dan dia mencetak gol dari berbagai arah, benar-benar gila. Saya ingin berada di level tersebut dan saya telah melakukan hal-hal yang bagus. Saya mencetak beberapa gol, tapi itu tidak semuanya, bukan begitu? Sepak bola lebih dari sekedar mencetak gol," terangnya.

Sonny -sapaan akrab Son- dengan ramahnya melayani tiap pertanyaan yang dilontarkan jurnalis Dailymail. Senyum lebar yang selalu menghiasi wajahnya senantiasa terlihat tiap kali dia berbicara. Memang begitulah sosok pria kelahiran Chuncheon, 8 Juli 1992.

Son tergolong pesepakbola asal Asia yang sukses menaklukkan Eropa. Kendati belum meraih satupun trofi, Son merupakan salah satu komoditas panas di bursa transfer pemain karena talenta bermainnya. Ia terkenal saat ini. Namun di masa lalu, Son juga melalui perjuangan sulit untuk mewujudkan mimpinya bermain di Eropa dan Premier League.

Pada usia 16 tahun, Son sudah merantau pergi meninggalkan Korea Selatan (Korsel) untuk pergi ke Inggris, tinggal di guest house, serta melakukan trial di Portsmouth dan Blackburn Rovers. Kala itu, Son benar-benar seorang diri tanpa satupun orang yang dikenalnya. Tinggal di negeri asing tanpa kolega, keluarga, pada usia 16 tahun bukanlah perkara mudah.

"Ya, saya tidak memiliki teman di sana, tidak ada keluarga dan saya tak bisa berbahasa bahasa (Inggris). Saya tidak tahu satupun kata. Saya sendiri dan takut, Anda tahu, sangat sulit waktu itu. Saya menjalani trial di Portsmouth dan juga Blackburn," ucap Son.

"Mereka menempatkan saya di guest house. Tapi saya waktu itu masih kecil dan tidak tahu apapun. Jadi, itulah ingatan pertama saya tentang Inggris dan itu kenangan yang buruk," kenangnya.

Urung lolos dari trial di Portsmouth dan Blackburn, lulusan akademi FC Seoul itu pun kembali merantau ke Jerman, dan kali ini diterima di akademi Hamburg. Dari sana, Son mengukir kariernya di Eropa dan perlahan menapaki tim utama Hamburg, sebelum pindah ke Bayer Leverkusen pada tahun 2013.

"Pergi ke Jerman itu sulit, seperti halnya saat berada di Portsmouth dan Blackburn. Semuanya membicarakan masa kini, tapi tidak ada satupun yang berpikir tentang Anda ketika Anda berusia 16 tahun dan meninggalkan negara Anda. Keputusan itu buruk dan berat, terberat," kata Son mengakui kesulitannya tersebut.

"Tapi saya harus membuat keputusan itu, karena kesempatan seperti itu tidak datang setiap hari. Saya tidak merasa siap -dan saya memang tidak siap- tapi saya ingin bermain di Eropa, dan suatu hari nanti, saya ingin bermain di Premier League. Saya memberitahu diri saya sendiri saya harus mencooba untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan," terangnya.

Menapaki Jejak Park Ji-sung

ghanasoccernet.com
Son Heung-min (ghanasoccernet.com)

Legiun Korsel yang bermain di Premier League memang banyak. Bahkan, kehadiran Song di Tottenham merupakan yang kedua bagi klub memiliki pemain asal Negeri Ginseng, setelah pada tahun 2005-2008 diperkuat full-back, Lee Young-pyo.

Akan tetapi, dari deretan pemain yang bermain di Premier League, belum ada yang setidaknya menyamai kesuksesan Park Ji-sung dengan Manchester United. Tujuh tahun bermain untuk Setan Merah bersama pemain sekaliber Ryan Giggs, Paul Scholes, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Park sukses meraih empat titel Premier League, tiga Piala Liga, empat Community Shield, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Tidak ada yang menyangka Park memberikan dampak besar kepada permainan Man United ketika diboyong dari PSG Eindhoven pada tahun 2005. Maklum, ada rumor Ferguson kala itu membelinya karena ingin memasarkan Man United lebih besar di pasar Asia. Berbekal determinasi bermain dan enerji yang tampaknya tidak terbatas, Park mampu mengemas 134 pertandingan untuk Man United.

Park masih menjadi idola meski telah gantung sepatu saat ini. Publik Korsel selalu menyambutnya dengan antusias ketika dia berada di sana. Begitu juga dengan Son saat ini. Ia selalu jadi magnet bagi jurnalis asal Korsel di Tottenham dan juga terkenal di negerinya sendiri. Tapi, Son kembali merendah.

"Saya tidak sepopuler itu. Skaters di Olimpiade saat ini benar-benar popular dan mereka pantas mendapatkannya. Mereka telah melakukannya dengan baik dan saya sangat bangga dengan Olimpiade di Korea Selatan. Ini penting untuk negara saya. Tapi, saya tidak sepopuler itu. Saya mencoba seperti kebanyakan pemain besar lainnya, tapi saya masihlah muda. Masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai level tersebut," tutur Son.

Ketika berbicara mengenai Park, Son pun tanpa ragu menyebutnya sebagai idola. "Saya tidak bisa dibandingkan dengan Ji. Dia seorang legenda dan idola saya. Mereka (publik Korsel) masih bangga dengannya. Sulit bagi pemain Asia bermain di Premier League. Saat ini pun masih sulit," tambah Son.

"Dan dia salah satu yang pertama melakukannya, jadi segalanya lebih sulit baginya. Saya masih berharap dapat bermain sepertinya dan menyatukan fans sepertinya, memiliki dampak sepertinya, tapi saya belum ada di sana."

"Dia berada di sini dan bermain konsisten selama tujuh atau delapan tahun. Saya harus menargetkan hal tersebut. Dia bermain di klub bersama Rooney, Ronaldo, dan Giggs, dan masih menjadi andalan tim," sambung Son.

Sebagai sesama warga Asia, kami mendukung Anda untuk sukses menaklukkan Premier League, Son. (Arief Hadi/BolaSkor)

#Son Heung Min # Tottenham Hotspur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Liverpool Incar Micky van de Ven, Bakal Jadi Pengganti Virgil van Dijk?
Liverpool sedang memantau situasi Micky van de Ven. Ia kemungkinan akan menjadi pengganti Virgil van Dijk.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Liverpool Incar Micky van de Ven, Bakal Jadi Pengganti Virgil van Dijk?
Olahraga
Manchester United Nyaris Datangkan Mohammed Kudus, ini Alasan Transfernya Gagal
Mohammed Kudus ternyata pernah hampir gabung Manchester United. Namun, transfernya tak pernah terwujud.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Manchester United Nyaris Datangkan Mohammed Kudus, ini Alasan Transfernya Gagal
Olahraga
Live Streaming Tottenham vs Aston Villa di Premier League 2026/27: The Lions Punya Rekor Apik
Link live streaming Tottenham vs Aston Villa akan dimulai Sabtu (19/9) pukul 18.30 WIB. The Lions punya rekor bagus di kandang.
Soffi Amira - Sabtu, 19 September 2026
Live Streaming Tottenham vs Aston Villa di Premier League 2026/27: The Lions Punya Rekor Apik
Olahraga
Prediksi Tottenham vs Aston Villa: Duel 2 Tim Tanpa Kemenangan di Premier League 2026/27
Prediksi Tottenham vs Aston Villa bakal berlangsung seru. Kedua tim sama-sama belum meraih kemenangan.
Soffi Amira - Jumat, 18 September 2026
Prediksi Tottenham vs Aston Villa: Duel 2 Tim Tanpa Kemenangan di Premier League 2026/27
Olahraga
Mauro Icardi Berpeluang Gabung Tottenham, Roberto De Zerbi Butuh Striker Baru
Tottenham dikabarkan ingin mendatangkan Mauro Icardi. Tim asuhan Roberto De Zerbi itu sedang mengalami krisis gol.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
Mauro Icardi Berpeluang Gabung Tottenham, Roberto De Zerbi Butuh Striker Baru
Olahraga
Hasil Carabao Cup: Liverpool Sikat Tottenham 3-1 untuk Melaju
Liverpool melanjutkan kiprah di Piala Liga Inggris (Carabao Cup) 2026/2027 setelah menaklukkan Tottenham Hotspur 3-1 pada putaran ketiga
Frengky Aruan - Rabu, 16 September 2026
Hasil Carabao Cup: Liverpool Sikat Tottenham 3-1 untuk Melaju
Olahraga
Live Streaming Liverpool vs Tottenham: Misi The Reds Lanjutkan Tren Positif di Anfield
Link Live Liverpool vs Tottenham akan dimulai Rabu (16/9) pukul 02.00 WIB. The Reds ingin melanjutkan tren positif di Anfield.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Live Streaming Liverpool vs Tottenham: Misi The Reds Lanjutkan Tren Positif di Anfield
Olahraga
Iraola Pusing Atur Kebugaran Pemain Liverpool Jelang Hadapi Tottenham
Liverpool dijadwalkan menjamu Tottenham di Anfield. Andoni Iraola dipusingkan dengan padatnya jadwal tim asuhannya.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Iraola Pusing Atur Kebugaran Pemain Liverpool Jelang Hadapi Tottenham
Olahraga
Prediksi Liverpool vs Tottenham di Carabao Cup: Spurs Masih Mandul, The Reds Diunggulkan
Liverpool vs Tottenham Hotspur akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada putaran ketiga Carabao Cup. Simak prediksi skor, statistik, head to head, dan perkiraan susunan pemain.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Prediksi Liverpool vs Tottenham di Carabao Cup: Spurs Masih Mandul, The Reds Diunggulkan
Olahraga
Drama Mykhailo Mudryk Berlanjut, Baru Debut Tottenham Kini Harus Absen Panjang Lagi
Mykhailo Mudryk diperkirakan membutuhkan waktu enam hingga delapan pekan untuk memulihkan kondisinya.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Drama Mykhailo Mudryk Berlanjut, Baru Debut Tottenham Kini Harus Absen Panjang Lagi
Bagikan