MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) meminta kubu pasangan calon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin turut mendukung pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) Kecurangan Pemilu Serentak 2019.
“Jadi saya pikir pembentukan TPF ini harus didukung oleh semua pihak baik oleh 01 maupun 02, karena ini menjadi sangat penting sekarang di tengah kepercayaan masyarakat sangat rendah kepada KPU,” kata Juru Bicara BPN, Ferdinand Hutahaean, di Jakarta.
Menurut Ferdinand, TPF menjadi penting sebagai instrumen yang menentukan apakah memang pemilu kali ini terjadi kecurangan secara nasional atau hanya di beberapa titik saja. TPF, lanjut dia, dapat pula meredam rendahnya kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.
“Di tengah kepercayaan masyarakat bahwa pemilu ini berlangsung dengan baik sangat rendah, jadi ini harus ada solusinya yaitu melalui sebuah TPF yang nanti akan memberikan kesimpulan akhir apakah pemilu ini curang secara nasional atau beberapa daerah saja,” papar dia, dikutip dari Antara.
Ferdinand mengapresiasi partisipasi dan peran serta masyarakat saat ini untuk membuka dan melapporkan banyak kecurangan yang terjadi di lapangan sebagai gerakan people power yang sesungguhnya. Namun, dia mengingatkan jangan sampai gerakan people power ini berubah menjadi bentrokan fisik di lapangan karena tidak diantisipasi dengan pembentukan TPF.
“Hati-hati dengan People power yang seperti ini yang berjalan di jalur yang benar. Mereka menyuarakan kebenaran jangan sampai kemudian People power ini berubah dari suara menjadi kegiatan aktivitas secara fisik di lapangan. Hati-hati kepada KPU harus kami ingatkan,” tutup politikus Demokrat itu.
Usul membentuk TPF ini sebelumnya dilontarkan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar. Haris menilai Pemilu 2019 menyisakan sejumlah persoalan penting yang tak cukup hanya ditangani oleh Bawaslu atau KPU. Usulan inipun diamini oleh BPN Prabowo Sandi. BPN ingin TPF ini dapat mengungkap dengan jelas pelbagai temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019. (*)