Merahputih.com - Teka-teki mengenai kapan debut Marselino Ferdinan di Persija Jakarta akhirnya terjawab setelah sang pemain diprediksi baru bisa bergabung pada November atau Desember mendatang.
Saat ini, bintang muda asal Suravaya tersebut masih harus menetap di Spanyol untuk fokus memulihkan cedera Marselino yang cukup serius.
Kepastian jadwal main Marselino ini setidaknya memberikan kejelasan bagi para Jakmania yang sudah tak sabar menanti aksi rekrutan anyar mereka di lapangan.
Baca juga:
Persija Sempurna di 3 Laga Awal, Shin Tae-yong Justru Beri Peringatan
Pengumuman transfer Marselino Ferdinan ke kubu Macan Kemayoran memang sukses bikin heboh lantaran baru diresmikan pada hari terakhir penutupan pendaftaran putaran pertama Super League 2026/2027, Rabu (23/9).
Sayangnya, penggemar Persija Jakarta harus sedikit bersabar karena pemain kelahiran Jakarta ini diderap cedera lutut saat mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali jelang Piala AFF 2026.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, membenarkan bahwa proses rehabilitasi sang gelandang masih terus berjalan intensif agar bisa kembali merumput.
Marselino saat ini sedang menjalani rehabilitasi dengan sungguh-sungguh. Mengenai kapan dia akan kembali, saya sendiri belum bisa memastikan tanggal pastinya,
ujar Shin Tae-yong.
Meski belum ada tanggal pasti, laporan medis yang diterima oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut menunjukkan sinyal positif untuk akhir tahun. Artinya, eks bintang Persebaya ini dipastikan bakal menepi hingga menjelang berakhirnya putaran pertama Super League musim ini.
"Jika berjalan lancar, mungkin sekitar bulan November atau Desember, antara akhir November hingga awal Desember," jelas STY.
Shin Tae-yong Tak Jamin Posisi Inti untuk Marselino
Menyandang status sebagai pemain bintang tidak lantas membuat langkah Marselino mulus di skuad ibu kota. Lantaran harus menepi cukup lama di ruang perawatan, ia punya PR besar untuk mengembalikan kondisi fisiknya agar sejajar dengan ritme permainan rekan-rekan setimnya.
Baca juga:
Shin Tae-yong menegaskan bahwa tidak akan ada keistimewaan alias privilege yang diberikan kepada sang pemain. Posisi starter murni harus direbut lewat kerja keras di sesi latihan, bukan sekadar mengandalkan reputasi masa lalu.
"Itu tergantung pada tekad dan kemauan dari dirinya sendiri. Level kebugarannya harus meningkat terlebih dahulu agar bisa bermain. Dia tidak bisa bermain hanya bermodalkan nama besarnya saja," jelas STY.