Cari Tahu nih, Ideologi yang Dikenal di Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 11 November 2024
Cari Tahu nih, Ideologi yang Dikenal di Dunia

Ada beragam ideologi di dunia ini.(Foto: pexel/ John-Mark Smith)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - IDEOLOGI merupakan asas penting penuntun dalam menjalankan roda pemerintahan. Di dunia ini, ada beragam macam ideologi yang digunakan dalam melangsungkan kehidupan bernegara.

Seperti disebut di situs BPIP.go.id, ideologi adalah seperangkat gagasan yang di dalamnya ada cita-cita, nilai yang ingin dicapai, dan cara mencapai cita-cita tersebut. Secara singkat, ideologi menjadi pedoman komunitas untuk bertindak, yang diakui dan dinyatakan secara tersurat oleh komunitas tersebut.

Dalam bernegara, ideologi menjadi dasar dalam melangsungkan kehidupan, mengambil kebijakan serta mengatur tata kelola interaksi masyarakat. Seperti dilansir Gramedia.com, ada banyak jenis ideologi yang berkembang di dunia ini, meliputi:

1. Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan operasinya berorientasi pada keuntungan. Kapitalisme punya ciri khas berasaskan akumulasi modal, pasar kompetitif, sistem harga, kepemilikan pribadi dan pengakuan hak milik, pertukaran sukarela, dan kerja upahan.

Dengan begitu, pengambilan keputusan dan investasi ditentukan pemilik modal. Sementara itu, harga dan distribusi barang dan jasa ditentukan ekonomi pasar dalam persaingan barang dan jasa.


2. Liberalisme



Seperti dilansir disebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), liberalisme adalah aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur), usaha perjuangan menuju kebebasan.

Sementara itu, Sempoernainstitut.ac.id menyebut ideologi liberalisme berkembang di awal abad ke-17. Ideologi ini muncul sebagai ekspresi perlawan terhadap penindasan oleh bangsawan dan agamawan selama feodalisme.

Ideologi ini makin berkembang pesat pada abad ke-18 dan 19, khususnya di Prancis dan Inggris. Liberalisme muncul sebagai perlawanan terhadap kekuasaan absolut raja, bangsawan, dan gereja.

Baca juga:

Di Rusia dan Uzbekistan Megawati Promosikan Kembali Ideologi Bangsa ke Dunia



3. Konservatisme


Konservatisme adalah ideologi yang menekankan pada tradisi, hierarki, dan perubahan bertahap. Britannica.com menyebut, di akhir abad ke-18, sebagai reaksi terhadap pergolakan Revolusi Prancis (1789), konservatisme mulai berkembang sebagai sikap dan gerakan politik yang berbeda.

Istilah konservatif diperkenalkan setelah 1815 oleh para pendukung monarki Bourbon yang baru dipulihkan di Prancis. Pelopornya ialah penulis dan diplomat Francois-Auguste-Rene, vicomte de Chateaubriand.

Pada 1830, politisi dan penulis Inggris John Wilson Croker menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan Partai Tory Inggris. John C Calhoun, seorang pembela hak-hak negara bagian di Amerika Serikat, mengadopsinya segera setelah itu.



4. Sosialisme


Disebutkan dalam Britannica.com, ideologi sosialisme adalah lawan dari kapitalisme. Ideologi sosial dan ekonomi yang menyerukan kepemilikan publik, bukan kepemilikan pribadi, atau kendali atas properti dan sumber daya alam.

Masyarakat ialah orang yang berhak atas bagiannya jika menghasilkan beberapa produk sosial. Oleh karena itu, masyarakat secara keseluruhan harus memiliki atau setidaknya mengendalikan properti untuk kepentingan semua anggotanya.

Ideologi sosialisme berfokus pada kesetaraan sosial, distribusi kekayaan yang adil, dan kontrol negara atau kolektif terhadap alat produksi. Sosialisme berupaya mengurangi ketimpangan ekonomi dan sosial.

5. Komunisme


Ideologi ini merupakan bentuk ekstrem dari sosialisme yang menginginkan penghapusan total kelas sosial dan sistem ekonomi berbasis kepemilikan pribadi, serta menggantinya dengan sistem ekonomi yang sepenuhnya dikendalikan negara atau kolektif.



5. Fasisme


Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Dengan kata lain, fasisme merupakan suatu sikap nasionalisme yang berlebihan. Fasisme disebut bisa menghambat proses multikulturalisme karena bersifat ultra nasionalis, menimbulkan sikap rasialis, politik militeris, dan imperialis.

Fasis menimbulkan pemerintah yang otoriter yang menekankan nasionalisme ekstrem, kekuatan negara yang sangat sentralistik, dan kontrol yang ketat terhadap kehidupan politik dan sosial. Tentu saja fasisme kerap mengabaikan hak individu demi kepentingan negara atau bangsa.(tka)




Baca juga:

Mayoritas Anak Muda Anggap Pancasila Bukan Ideologi Permanen, BPIP: Mengerikan

Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Bagikan