‘Candy Monster’, Film Animasi Made In Negeri Aing Lolos 2 Festival Internasional

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 11 Juni 2021
‘Candy Monster’, Film Animasi Made In Negeri Aing Lolos 2 Festival Internasional

Candy Monster memiliki relevansi dengan anak-anak. (Foto: Instagram/candymonster.animation)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

CAHAYA sinar mentari menerangi seisi kamar Chloe nan asyik bermain ditemani mainan dan camilannya bertebaran di atas karpet. Tiba-tiba dari belakang, mengambul asap putih berkelebatan di dekatnya, cahaya pun meredup menjadi temaram, memerah, lalu muncul bayangan sosok mahluk berkuku jari panjang meruncing mengenakan jubah hitam mendekatinya.

Tak sekali, dua kali sosok tersebut hadir. Saat Chloe sedang bermain Playstation Portable, atau ketika asyik di dapur, ruangan semula terang mendadak temaram, memerah, kemudian muncul sosok menakutkan tersebut. "Im gonna tell you a story," kata Chloe membuka misteri sekaligus membuat penonton penasaran siapa sosok menakutkan tersebut pada cuplikan trailer film pendek animasi tiga dimensi berjudul Candy Monster gubahan Universitas Multimedia Pictures (UMN) Pictures.

Film Candy Monster bercerita tentang anak berumur enam tahun bernama Chloe nan tinggal bersama neneknya, Nana. Layaknya anak di rentang usia tersebut, Chloe sangat menyukai makanan manis, terutama permen. Sang nenek digambarkan selalu memberikan banyak peraturan kepada Chloe. Namun, Chloe sering tidak disiplin dan melanggar peraturan.

Baca juga:

Foreign Branding Bikin Brand Made In Negeri Aing Dikira Produk Impor


“Karena itu, muncul Candy Monster akan mengambil permen milik Chloe. Kejadian ini terus-menerus muncul sampai akhirnya Chloe sadar apa makna kemunculan Candy Monster tersebut,” ujar Manajer UMN Pictures, Kemal Hassan saat dihubungi merahputih.com.

UMN Pictures merupakan unit produksi di bawah naungan Universitas Multimedia Nusantara. UMN Pictures bergerak di bidang bisnis, animasi, interaktif media, desain, dan film, juga memiliki studio animasi, studio game, dan wahana permainan.

Kemal menjelaskan proses produksi Candy Monster memakan waktu dua tahun, dari 2017 sampai 2019. Salah satu alasan memakan waktu lama, lanjutnya, karena adanya hambatan dalam produksi.

“Hambatan utamanya adalah dalam mencari ciri khas dari produk UMN Pictures. Karena setiap studio animasi punya ciri khas masing-masing,” katanya Dosen Program Studi Film dan Animasi (Prodi FTV) UMN.

Siapa sangka, kerja keras tim UMN Pictures membuahkan hasil baik. Candy Monster berhasil lolos dan ditayangkan di dua festival film bertaraf internasional, antara lain Zlin Film Festival ke-60 dan Chaniartoon International Comic and Animation Festival 2020.

Baca juga:

Bahasa Made In Negeri Aing Tuan Rumah di Negeri Orang


"Zlin Film Festival merupakan salah satu festival film khusus anak dan remaja terbesar di Eropa. Tentunya film kami lulus, karena Candy Monster berbicara tentang isu anak sehingga punya relevansi dengan tema festival tersebut,” ujar Kemal.

Awalnya, Candy Monster akan dipamerkan pada 29 Mei hingga 6 Juni 2020. Namun karena pandemi COVID-19, pelaksanaan Zlin Film Festival diundur mejadi 4 hingga 10 September 2020. Candy Monster pun berhasil membawa pulang piala di kategori Audience Awards for the Best Short Animated Film.

Zlin Film Festival merupakan festival film tertua dan terbesar di dunia diselenggarakan di Kota Zlin, Republik Ceko. Pertama kali dihelat pada 1960, Zlin Film Festival setiap tahunnya memiliki 300 judul film untuk diputar dari 50 negara di dunia.


Setelah meraih gelar di Zlin Film Festival, tak lama berselang, Candy Monster terpilih menjadi salah satu official selection di ajang Chaniartoon International Comic and Animation Festival 2020. Festival film animasi dihelat di Chania, Yunani, memang tidak sebesar Zlin Film Festival. Chaniartoon merupakan festival film untuk para pelaku atau penggemar komik dan animasi bersifat non-mainstream atau indie.

Kemal mengaku dirinya tidak mengetahui bagaimana Candy Monster bisa terpilih di ajang tersebut. Setiap festival film, menurutnya, memiliki programmer atau pihak dengan tugas memilih film sesuai karakteristik festival tersebut, dan Candy Monster jadi satu di antaranya.

“Walaupun nantinya tidak menang, saya cukup senang karena film Candy Monster telah diputar di berbagai belahan dunia. Kami akan tetap membawa Candy Monster ke berbagai festival di seluruh dunia,” tutupnya. (and)

Baca juga:

Mengapa Produk 'KW' Jadi Musuh Ekosistem Lokal Made In Negeri Aing

#Juni Made In Negeri Aing #Animasi #Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
Buku-buku itu sudah dibacakan kepadanya sebelum ia mampu membaca sendiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Bagikan