MerahPutih.com - Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim. Ia akan memimpin tim hingga akhir musim sampai penunjukkan pelatih permanen.
Bagi, McFarlane, ini merupakan kali kedua ditunjuk sebagai pelatih interim Chelsea dalam satu musim.
Posisi ini pernah diembannya setelah kursi pelatih kosong ditinggalkan Enzo Maresca.
"Calum McFarlane akan mengambil alih tim sebagai pelatih sementara hingga akhir musim dengan dukungan dari staf pendukung klub yang ada, saat kami berupaya mencapai kualifikasi Eropa dan melaju di Piala FA," kata klub tersebut.
"Saat klub berupaya untuk membawa stabilitas ke posisi Pelatih Kepala, kami akan melakukan proses introspeksi untuk membuat penunjukan jangka panjang yang tepat."
Baca juga:
Fans Chelsea Minta Cesc Fabregas Gantikan Liam Rosenior, Posisinya Makin Terancam?
Penunjukkan Calum McFarlane menyusul keputusan untuk memecat Liam Rosenior, yang ditunjuk pada Januari lalu.
Pelatih berusia 41 tahun itu semula dikontrak selama enam setengah tahun untuk memimpin proyek jangka panjang. Namun berhenti di tengah jalan menyusul rentetan hasil buruk belakangan ini.
View this post on Instagram
"Chelsea Football Club hari ini telah memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Liam Rosenior," bunyi pernyataan klub.
"Atas nama seluruh jajaran Chelsea FC, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Liam dan stafnya atas segala upaya yang telah mereka berikan selama bergabung dengan klub."
"Keputusan ini tidak diambil dengan mudah oleh Klub, tetapi hasil dan performa terbaru telah berada di bawah standar yang diperlukan, padahal masih banyak yang harus diperjuangkan musim ini."
"Seluruh jajaran Chelsea FC mendoakan kesuksesan bagi Liam di masa depan," tulis pihak The Blues.
Liam Rosenior mencatat 23 pertandingan di semua kompetisi bersama Chelsea, dengan 10 kemenangan, tiga hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Catatan tersebut memburuk dalam delapan laga terakhir dengan tujuh kekalahan. Lima kekalahan di antaranya terjadi di Premier League tanpa mencetak gol.
Kekalahan 0-3 dari Brighton menjadi laga terakhirnya di kursi pelatih. Hasil itu memperpanjang rekor lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol, yang merupakan yang pertama terjadi sejak 1912. (*)