MerahPutih.com - Bek Elkan Baggott cukup lama menghilang dari Timnas Indonesia. Terakhir, ia membela Timnas Indonesia di babak 16 besar Piala Asia 2023 pada 28 Januari 2024.
Elkan Baggott sempat mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia saat babak play-off Olimpiade 2024 kontra Guinea pada 9 Mei 2024.
Namun, ketika itu Elkan Baggott memilih tidak bergabung. Sejak itu, namanya tidak pernah dipanggil lagi.
Panggilan untuknya kembali datang jelang FIFA Series 2026. Ia dipanggil dan diikutsertakan pelatih anyar Timnas Indonesia John Herdman.
Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis lebih dahulu pada 27 Maret. Pada hari yang sama, Bulgaria akan melawan Kepulauan Solomon.
Baca juga:
Elkan Baggott Merasa seperti Pemain Baru di Timnas Indonesia Setelah 2 Tahun Absen
Pemenang kedua pertandingan itu akan bertemu di final pada Senin, 30 Maret 2026, sementara tim yang kalah akan saling berhadapan dalam perebutan tempat ketiga.
FIFA Series 2026 di Indonesia akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Elkan Baggott mengakui terdapat beberapa alasan di balik hilangnya dirinya dari Timnas Indonesia, namun memilih untuk tidak mengungkapkannya pada saat ini.
“Ada beberapa alasan mengapa saya tidak dipanggil ke tim nasional; beberapa akan saya simpan hari ini dan mungkin diceritakan lain kali, sekarang mungkin bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya,” kata Elkan Baggott.
Yang jelas, Elkan mengaku senang kembali gabung Timnas Indonesia. Ia berharap bisa memberi kontribusi di FIFA Series 2026.
“Namun saya sangat senang berada di sini sekarang, saya merasa terhormat. Ini negara saya dan saya ingin tampil sebaik mungkin dan membuat diri saya sendiri, keluarga saya, dan orang-orang di negara ini bangga,” ujar Elkan.
Elkan menambahkan bahwa tim nasional Indonesia saat ini mengalami peningkatan signifikan, terutama dari sisi kualitas pemain dan standar permainan.
Menurut dia, semakin banyak pemain yang berkarier di Eropa memberikan dampak positif terhadap daya saing dalam skuad.
“Saya pikir sekarang ada lebih banyak pemain yang bermain di Eropa, di liga-liga top, dan itu meningkatkan standar tim. Kebersamaan dan semangat tim juga jauh lebih baik,” ujar dia.
Ia menambahkan peningkatan kualitas tersebut turut mendorong persaingan yang lebih sehat di dalam tim, yang diharapkan dapat berdampak pada performa tim nasional ke depan.
“Dalam hal kompetisi (internal), ya, pasti ada lebih banyak kompetisi pada saat ini daripada sebelumnya. Tapi kami adalah negara, tim nasional yang mencoba mencapai hal-hal yang lebih besar dan lebih baik. Dan untuk bisa melakukan itu, Anda butuh kualitas pemain yang lebih tinggi,” kata Elkan. (*)