Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Buah Baik buat Diet, Tapi...

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 Desember 2017
Buah Baik buat Diet, Tapi...

ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ingin menurunkan berat badan, banyak orang yang beralih dari makan nasi ke makan buah saja. Asumsinya, buah rendah lemak dan enggak banyak mengandung kalori.

Secara umum, buah dan sayuran memang dianjurkan bagi Anda yang berdiet. Kandungan serat yang tinggi pada buah dan sayur membuatnya sehat dan 'ramah' bagi program diet. Selain itu, buah dan sayur mengandung kalori yang lebih sedikit ketimbang nasi.

Namun, beberapa jenis buah ternyata bisa jadi musuh dalam selimut untuk diet Anda. Apa saja ya?

Buah berkadar kalori tinggi

Beberapa jenis buah mengandung kalori yang lebih tinggi ketimbang lainnya. Biasanya kandungan kalori yang tinggi pada buah bisa dikenali dari rasanya yang manis.

Rasa manis berarti kandungan gula yang tinggi di dalamnya. Makin manis buah, makin tinggi pula kalorinya.

Jika Anda ingin mengurangi jumlah kalori, hindari makan buah yang amat manis, semisal kurma, kelengkeng, semangka, juga rambutan.

Tak hanya buah manis, buah seperti pisang dan mangga, meskipun enggak terlalu manis, punya kalori yang cukup tinggi dari kandungan pati di dalamnya.


Buah asam

Selain buah berkalori tinggi, buah yang punya rasa asam juga enggak baik untuk diet Anda. Pasalnya, saat berdiet, Anda akan menggurangi konsumsi nasi sehingga lambung akan lebih kosong daripada biasanya. Dalam kondisi begitu, buah asam seperti jeruk, nanas, atau apel yang asam bisa membuat lambung Anda bermasalah, apalagi jika Anda punya gangguan maag.


Agar diet Anda lancar dan sukses, sebaiknya pilihlah buah yang kaya serat, tapi rendah kalori, seperti apel, bengkuang, pear, mentimun, dan pepaya.

Serat yang ada pada buah tersebut akan membuat Anda kenyang lebih lama. Selain itu, serat juga akan membantu pencernaan Anda.(*)

Baca juga Jangan Rebus Telur di Microwave

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan