MerahPutih.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pipin Sopian meminta kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menerima hasil Pemilu. Kedua capres dan cawapres diminta legawa.
"Siapapun yang kalah menang kita harus terima secara legawa secara ksatria selama ini berjalan adil," kata Pipin di D'Consulate Resto & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).
Namun, Pipin tidak mau hasil Pilpres didasari dengan hasil pemilihan cepat. Masyarakat diminta tidak terpengaruh dengan apa yang menjadi hasil dari penghitungan cepat yang memenangkan calon pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Lembaga survei dan media ini menggambarkan kepada masyarakat bahwa ini sudah selesai padahal yang di cek cuma 2000 dari 800 ribu TPS," ujar Pipin.
Hasil penghitungan cepat dinilai menggiring opini publik. Tentunya, kata Pipin, hal itu merugikan kubu Prabowo-Sandi.
"Quick count ini merubah persepsi masyarakat. Nanti akan ada pemikiran 'ah udah lah udah kalah' dan upaya untuk membuat kemenangan seperti hasil quick count," tutur Pipin.
Lebih lanjut Pipin menyebut BPN masih mempercayai hasil dari penghitungan cepat lembaga tersebut. BPN hanya tidak mau hasil quick count seakan membuat jagoannya kalah.
"Kami juga menghargai lembaga survei yang sudah menyajikan penghitungan cepatnya yang menggambarkan seakan-akan pemilu ini sudah selesai," ucap Pipin. (Knu)