MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menebar 2.400 kg atau 2,4 ton bahan semai untuk operasi modifikasi cuaca hari ke 4. Penyemaian ini menggunakan Pesawat Britten Norman BN2T PM-WMN.
Kegiatan operasi modifikasi cuaca dilaksanakan di Bandara Budiarto, Curug, melibatkan total 25 personil dari BPBD, PT. SAI, dan BMKG.
"Pesawat Britten Norman BN2T PK-WMN melakukan tiga sortie penyemaian dengan total 2.400 kg bahan semai," ujar Kapusdatin BPBD DK Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Selasa (17/12).
Pada hari keempat penyemaian awan dioptimalkan dengan area semai di sekitar selat Sunda, Barat Kepulauan Seribu dan wilayah perairan Timur Lampung, di mana pertumbuhan awan potensial berlangsung pada pagi hingga sore hari.
Baca juga:
Prakiraan BMKG: Secara Umum Mayoritas Kota Besar di Indonesia Turun Hujan pada Selasa, 17 Desember
Ia menegaskan, kecepatan pergerakan awan relatif lambat akibat adanya perlambatan kecepatan angin dibandingkan dengan hari sebelumnya dengan arah angin dari Barat wilayah Banten dan DK Jakarta.
Penyemaian berhasil dilaksanakan dengan lancar, mengoptimalkan pertumbuhan awan potensial di wilayah operasi.
"Tim OMC berupaya mempercepat turunnya hujan dengan menebar garam di awan sesuai target yang telah diperhitungkan flight scientist BMKG dengan memanfaatkan 4 radar milik BMKG yang berlokasi di Tangerang, Bandar Lampung,Jakarta dan Purwakarta," tuturnya
Operasi modifikasi cuaca adalah upaya merekayasa kondisi atmosfer guna mencapai cuaca yang diinginkan, seperti meningkatkan atau mengurangi curah hujan. Metode ini melibatkan penyemaian awan dengan bahan tertentu, seperti garam NacL atau perak iodida, menggunakan pesawat terbang.
"Proses tebar garam hanya dilakukan pada awan yang posisinya masih ada di atas permukaan laut, apabila sudah melewati daratan awan biarkan menjadi hujan secara alami," tutupnya. (*)