Bom Perang Dunia II Ditemukan, 70 Ribu Orang Dievakuasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 31 Agustus 2017
Bom Perang Dunia II Ditemukan, 70 Ribu  Orang Dievakuasi

Polisi mengamankan area penemuan bom. (Foto: DW)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WARGA Kota Frankfurt, Jerman, menjalani sebuah evakuasi terbesar sejak Perang Dunia II, Rabu (30/8). Sebanyak 70 ribu penduduk kota harus meninggalkan rumah mereka saat sebuah bom tengah dijinakkan.

Bom seberat 1.814 kilogram itu ditemukan di sebuah area konstruksi seluas 1,5 kilometer di pusat Kota Frankfurt. Diyakini, bom tersebut milik Inggris yang digunakan ketika penyerbuan Sekutu ke kota itu. Bom itu dirancang untuk menghancurkan bangunan dalam radius lebih dari 1 kilometer dari pusat ledakan.

Juru bicara kepolisian setempat menyatakan Distrik Westend, lokasi penemuan bom, akan ditutup hingga Minggu (3/9). Warga diminta meninggal wilayah itu karena proses penjinakan bom akan dilakukan pada Minggu.

Meskipun sudah 70 tahun berlalu, bom sisa perang masih banyak ditemukan di Jerman. Sebuah bom yang berisi 1.400 kg bahan peledak yang ditemukan beberapa waktu lalu merupakan satu dari sekian banyak bom sisa perang.

Pada Desember tahun lalu, sebuah bom Inggris yang diidentifikasi blockbuster seberat 4.000 pon ditemukan di Augsburg. Lebih dari 54 ribu orang harus meninggalkan rumah mereka pada hari Natal sementara bom itu dijinakkan.

Kelompok riset Smithsonian AS menyebut AS dan angkatan udara Inggris menjatuhkan 2,7 juta ton bom di Eropa antara tahun 1940 dan akhir perang pada 1945.Setengah dari jumlah itu dijatuhkan di Jerman. Diperkirakan, 10% jumlah bom yang dijatuhkan itu gagal meledak.

Setiap tahun, ratusan amunisi yang tidak meledak yang ditemukan di Jerman. Oleh karena itu, sebelum sebuah proyek konstruksi dimulai, lahan yang pembangunan harus memiliki sertifikasi bersih bom yang tidak meledak. (*)

Baca juga Ngebut Produksi SUV Baru Karyawan VW Mogok

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan