WARGA Kota Frankfurt, Jerman, menjalani sebuah evakuasi terbesar sejak Perang Dunia II, Rabu (30/8). Sebanyak 70 ribu penduduk kota harus meninggalkan rumah mereka saat sebuah bom tengah dijinakkan.
Bom seberat 1.814 kilogram itu ditemukan di sebuah area konstruksi seluas 1,5 kilometer di pusat Kota Frankfurt. Diyakini, bom tersebut milik Inggris yang digunakan ketika penyerbuan Sekutu ke kota itu. Bom itu dirancang untuk menghancurkan bangunan dalam radius lebih dari 1 kilometer dari pusat ledakan.
Juru bicara kepolisian setempat menyatakan Distrik Westend, lokasi penemuan bom, akan ditutup hingga Minggu (3/9). Warga diminta meninggal wilayah itu karena proses penjinakan bom akan dilakukan pada Minggu.
Meskipun sudah 70 tahun berlalu, bom sisa perang masih banyak ditemukan di Jerman. Sebuah bom yang berisi 1.400 kg bahan peledak yang ditemukan beberapa waktu lalu merupakan satu dari sekian banyak bom sisa perang.
Pada Desember tahun lalu, sebuah bom Inggris yang diidentifikasi blockbuster seberat 4.000 pon ditemukan di Augsburg. Lebih dari 54 ribu orang harus meninggalkan rumah mereka pada hari Natal sementara bom itu dijinakkan.
Kelompok riset Smithsonian AS menyebut AS dan angkatan udara Inggris menjatuhkan 2,7 juta ton bom di Eropa antara tahun 1940 dan akhir perang pada 1945.Setengah dari jumlah itu dijatuhkan di Jerman. Diperkirakan, 10% jumlah bom yang dijatuhkan itu gagal meledak.
Setiap tahun, ratusan amunisi yang tidak meledak yang ditemukan di Jerman. Oleh karena itu, sebelum sebuah proyek konstruksi dimulai, lahan yang pembangunan harus memiliki sertifikasi bersih bom yang tidak meledak. (*)