Merahputih.com - Mathew Baker, bek tangguh berusia 17 tahun, mendadak harus menghirup atmosfer kompetisi level tinggi bersama jajaran penggawa senior skuad Garuda. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman melempar sang pemain muda ke dalam kolam hiu demi mempercepat kematangan taktik serta mental bertanding internasional.
Kehadiran sosok tangguh lini belakang Borussia Moenchengladbach, Kevin Diks, menjadi berkah tersendiri bagi perkembangan karier Mathew Baker. Nama terakhir mendapat kesempatan emas menyerap ilmu langsung dari bek berpengalaman Bundesliga selama pemusatan latihan di Jakarta.
Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini, sehingga dia bisa belajar dari pemain Bundesliga memiliki pengalaman internasional,
ujar Herdman.
Herdman menilai Diks merupakan sosok mentor paling tepat bagi Baker karena keduanya menempati posisi serupa sebagai pemain bertahan.
Baca juga:
Bukan Masuk Skuad, Ini Alasan Mees Hilgers Muncul di Latihan Timnas Indonesia Jelang FIFA Match Day
Pengalaman Diks membela Borussia Moenchengladbach musim ini memberi nilai plus luar biasa. Pemain belakang tersebut menorehkan 30 penampilan serta mengoleksi lima gol ke gawang tim-tim besar Jerman, sekaligus membawa klubnya finis peringkat 12 klasemen akhir.
Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar itu ke lingkungan tim muda,
katanya.
Arsitek taktik asal Inggris tersebut memuji adaptasi cepat anak asuhnya. Baker dinilai mampu mengimbangi ritme permainan senior tanpa memperlihatkan rasa gugup sedikit pun.
"Tugas pertamanya adalah mencapai standar ada di sini. Dia tidak terlihat canggung. Awalnya bagus, sikapnya luar biasa," tutur Herdman memuji mentalitas sang pemain.
Keputusan memasukkan nama Baker menjelang laga kontra Oman dan Mozambik merupakan bagian dari acceleration strategy. Herdman meyakini start awal pada level internasional akan memperbesar peluang seorang pemain muda naik kelas menuju kompetisi elite dunia. Rekam jejak kesuksesan taktik ini sudah terbukti saat sang pelatih menangani tim nasional Kanada.
Baca juga:
Herdman pernah mengorbitkan Jonathan David dan Liam Millar pada usia 18 tahun. David bertransformasi menjadi bintang besar, meraih trofi juara Liga Prancis bersama Lille, sebelum akhirnya berlabuh ke raksasa Italia, Juventus. Sementara Millar sukses membawa klubnya, Hull City, promosi menuju Liga Inggris musim ini.
"Mereka adalah pemain muda akademi diberi kesempatan di tim nasional, lalu berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan momen-momen besar," ucap Herdman

