BMKG Prediksi Bakal Terjadi Cuaca Ekstrem

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 24 Januari 2021
BMKG Prediksi Bakal Terjadi Cuaca Ekstrem

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat memberikan penjelasan pada konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu (23/1/2021) (ANTARA/Desi Purnamawati)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 94 persen dari 342 zona musim saat ini telah memasuki puncak musim hujan.

Puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Untuk itu, perlu diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode puncak musim hujan ini," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (23/1).

Baca Juga:

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Puncak Musim Hujan Januari-Februari

Sebagian besar wilayah yang berada pada puncak musim hujan tersebut terutama sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

Puncak musim hujan di wilayah tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

Pada periode musim hujan dan puncak musim hujan ini juga sering terjadi peristiwa cuaca ekstrem dengan curah hujan kategori tinggi dan sangat tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengatakan, peningkatan tren curah hujan ekstrem ini selain dipicu oleh fenomena atau gangguan skala iklim, dikaitkan juga sebagai dampak perubahan iklim.

Dari pengamatan BMKG, walaupun curah hujan berada pada tingkat sedang, namun masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

"Hal ini tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespons kondisi curah hujan," kata Guswanto.

Ilustrasi -- Awan hitam Cumulonimbus bergelayut di langit Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (ANTARA FOTO/Rahmad/hp)
Ilustrasi -- Awan hitam Cumulonimbus bergelayut di langit Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (ANTARA FOTO/Rahmad/hp)

Misal jika terjadi banjir bandang, dikarenakan adanya sisa-sisa penebangan pohon di bagian hulu yang dapat menahan air.

Jika hujan terus berlangsung, kemudian akan hanyut dan mengakibatkan banjir bandang di bagian hilir.

Demikian pula banjir dan genangan, selain akibat curah hujan tinggi juga dapat diakibatkan kondisi permukaan yang tidak mendukung air mengalir dengan cepat atau normal ke saluran-saluran yang semestinya.

Lebih lanjut, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Ditambah kombinasi antara MJO, gelombang Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan gelombang low frequency di wilayah dan periode yang sama.

Yakni di Laut China Selatan, Samudera Pasifik utara Papua, Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan NTT, sebagian besar Jawa, Bali, NTT bagian barat, Laut Bali, Laut Sumbawa, mampu meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.

Baca Juga:

Penjelasan BMKG Soal Gempa Magnitudo 7.1 di Sulawesi Utara

BMKG memantau adanya bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera. Di mana posisi sistem yang cukup jauh dari wilayah Indonesia dan arah gerak menjauhi wilayah Indonesia.

Sehingga tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia namun memberikan pengaruh berupa potensi hujan lebat, peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di Samudera Hindia Selatan Sumatera - Jawa Barat.

Selain itu juga, terpantau sirkulasi siklonik di Teluk Carpentaria bagian barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Sulawesi Tengah bagian selatan, perairan barat Sulawesi Tenggara, Laut Banda hingga Laut Arafura bagian barat.

Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di Laut China Selatan sebelah barat Palawan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Indonesia Diguncang 52 Kali Gempa Selama Januari 2021, BMKG Sebut tak Lazim

#BMKG #Prakiraan Cuaca #Cuaca Buruk
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Jakarta, Pasang Maksimum Dipicu Supermoon
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga pesisir waspada banjir rob hingga 7 Januari 2026 akibat pasang maksimum air laut yang dipicu Supermoon dan Bulan Purnama.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 56 menit lalu
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Jakarta, Pasang Maksimum Dipicu Supermoon
Indonesia
Prediksi Cuaca Jakarta 2 Januari: Waspada Hujan di Jakarta Selatan dan Timur
Terkait parameter lingkungan, suhu udara di Jakarta hari ini diperkirakan berada pada rentang 24 hingga 28 derajat celsius
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
Prediksi Cuaca Jakarta 2 Januari: Waspada Hujan di Jakarta Selatan dan Timur
Indonesia
BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat Guyur Banten dan Jabar pada 2 Januari, Cek Daftar Wilayahnya di Sini
Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan akan mengguyur sebagian besar wilayah Sumatra, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, serta beberapa titik di Kalimantan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat Guyur Banten dan Jabar pada 2 Januari, Cek Daftar Wilayahnya di Sini
Indonesia
Prediksi BMKG: Jakarta Bakal Basah Sepanjang Hari Pertama 2026
Memasuki waktu siang, pola cuaca menunjukkan variasi intensitas. Wilayah Jakarta Selatan, Pusat, Utara, dan Barat diprakirakan tetap mengalami hujan ringan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Prediksi BMKG: Jakarta Bakal Basah Sepanjang Hari Pertama 2026
Indonesia
Prediksi Cuaca 1 Januari 2026: Siklon Hayley Melemah di Australia, Kota-Kota Besar Indonesia Masih akan Diguyur Hujan Sangat Lebat
Berdasarkan analisis terkini, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada Kamis (1/1)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Prediksi Cuaca 1 Januari 2026: Siklon Hayley Melemah di Australia, Kota-Kota Besar Indonesia Masih akan Diguyur Hujan Sangat Lebat
Indonesia
Hujan Ringan Guyur Jakarta di Pergantian Tahun
Diketahui, bahwa hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
Hujan Ringan Guyur Jakarta di Pergantian Tahun
Indonesia
Gempa M5,6 Guncang Bengkulu Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi tektonik M5,6 mengguncang Bengkulu Utara pada Sabtu pagi. BMKG menyebut gempa akibat subduksi lempeng dan tidak berpotensi tsunami.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Gempa M5,6 Guncang Bengkulu Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Prediksi BMKG Jumat 26 Desember 2025: Jakarta Pusat dan Utara Hujan Ringan Pagi-Pagi
BMKG memprakirakan bahwa mulai sore hingga malam hari, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, akan didominasi oleh cuaca berawan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Prediksi BMKG Jumat 26 Desember 2025: Jakarta Pusat dan Utara Hujan Ringan Pagi-Pagi
Indonesia
Siklon Grant Siap Terjang Samudera Hindia: Jawa, Sumatera, dan Kalimantan Siaga Hujan Ekstrem pada Jumat 26 Desember
Masyarakat di Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, serta Kalimantan Tengah dan Selatan diimbau untuk waspada
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Siklon Grant Siap Terjang Samudera Hindia: Jawa, Sumatera, dan Kalimantan Siaga Hujan Ekstrem pada Jumat 26 Desember
Indonesia
Prakiraan Cuaca Kamis (25/12): BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar Indonesia
BMKG memprakirakan hujan hingga hujan petir di sejumlah kota besar Indonesia, Kamis (25/12).
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Prakiraan Cuaca Kamis (25/12): BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar Indonesia
Bagikan