BMKG Imbau Nelayan Hati-hati, Jangan Melaut

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 28 Desember 2018
BMKG Imbau Nelayan Hati-hati, Jangan Melaut

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassar telah mengeluarkan peringatan dini akan potensi gelombang tinggi.

Dalam peringatan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melaut dikarenakan intensitas hujan cukup deras.

"Saat ini berdasarkan hasil analisis gelombang dengan ketinggian 2,5 meter sampai empat meter terjadi bebeberapa perairan, untuk itu nelayan diimbau tidak melaut maupun warga tinggal di pesisir agar tetap waspada," ujar Prakirawan BMKG Nur Asia Utami di Makassar, Jumat (29/12).

Gelombang tinggi tersebut terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulsel, Perairan Kepulauan Sabalana, Teluk Bone bagian selatan, perairan Kepulauan Selayar dan Laut Flores.

Sementara di selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulsel, Perairan Kepulauan Sabalana, dan Teluk Bone bagian selatan, tinggi gelombang diperkirakan 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Untuk gelombang tinggi mencapai 2,5 meter - 4 meter terjadi diperairan Kepulauan Selayar dan Laut Flores.

Ilustrasi nelayan tradisional. (MP/Rizki FItrianto)
Ilustrasi nelayan tradisional. (MP/Rizki FItrianto)

Sedangkan untuk prakiraan BMKG Maritim Poetere Makassar, telah dikeluarkan peringatan gelombang tinggi yang mulai berlaku 28 Desember pukul 08.00 sampai 31 Desember pukul 08.00 WITA.

Hasil analisis dari pemantauan layar BMKG terdapat pola tekanan rendah 1002 hPa, 1003 hPa, dan 1003 hPa di Samudera Pasifik Timur Filipina, Laut Arafuru bagian Barat serta Laut Cina Selatan.

Selanjutnya, pola kecepatan angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot.

Sedangkan kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, Perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud dan Laut Flores.

Dari kondisi tersebut, inilah yang mengakibatkan adanya peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah itu sehingga dikeluarkan peringatan dini.

Selain itu, dengan melihat kondisi dan risiko tinggi atas keselamatan pelayaran maka diharapakan nelayan senantiasa memperhatikan imbauan sebab kecepatan angin untuk kapal nelayan lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

Kemudian kapal tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter. Kapal Ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

Untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

Dari pantauan ratusan kapal terlihat di Pelabuhan Rakyat Paotere sedang berlabuh sejak kemarin karena cuaca ekstrem dengan ketinggian ombak mencapai 2,5 meter sampai empat meter, sehingga nelayan memilih tinggal sementara.

"Kami diminta tinggal dulu sementara setelah bongkar ikan kemarin di pelabuhan ikan paotere. Ada imbauan untuk tidak melaut. Kami tinggal sementara di kapal sampai keadaan normal kembali lalu melaut," tutur Daeng Gassing nelayan setempat.

#BMKG #Nelayan Tidak Melaut #Nelayan Tradisional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG untuk memperkuat koordinasi serta efisiensi penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Khawatir dengan paparan debu vulkanik Anak Krakatau? Tenang, modifikasi cuaca BMKG siap menyapu bersih abu di udara dalam 1-2 hari. Cek cara kerjanya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Berita
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Kondisi Anak Krakatau saat ini, Senin 7 September 2026, masih aktif. Simak data erupsi, kegempaan, sebaran abu dan fakta Krakatau.
ImanK - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Indonesia
Cuaca Kota-Kota Indonesia Senin 7 September, Asap dan Kabut Pekat di Bandar Lampung
BMKG memprediksi cuaca Indonesia Senin 7 September 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Bandar Lampung diselimuti kabut pekat yang mengganggu jarak pandang.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Cuaca Kota-Kota Indonesia Senin 7 September, Asap dan Kabut Pekat di Bandar Lampung
Bagikan