MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ribuan gempa susulan masih terus mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama mengatakan terdapat 3.002 gempa susulan yang terjadi sejak Sabtu (15/8) hingga Rabu (19/8).
“Aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 1,1 sampai 6,2,” ucap Nelly dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8).
Baca juga:
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
86 Gempa Susulan Dirasakan Masyarakat
Menurut Nelly, sebanyak 86 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Sebagian besar gempa tersebut memiliki magnitudo kecil. Meski demikian, BMKG mencatat terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih.
“Dan sebanyak 86 gempa bumi susulan ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, dan terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih,” kata dia.
Data tersebut menunjukkan aktivitas gempa susulan masih berlangsung di NTT setelah rangkaian gempa yang terjadi sejak 15 Agustus.
Baca juga:
Banyak Korban Gempa NTT Terpaksa Operasi Patah Tulang di Tenda RS Lapangan
Aktivitas Seisemik Diperkirakan Mulai Menurun
Berdasarkan model yang digunakan BMKG, Nelly menyebut laju gempa susulan diperkirakan mulai berada pada tingkat relatif rendah.
Model yang ada saat ini memperkirakan laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah di 2 atau 3 sampai satu bulan ke depan, mungkin di akhir September 2026,
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama.
Meski demikian, Nelly menegaskan perkiraan tersebut bukan batas waktu bahwa gempa susulan akan berhenti sepenuhnya.
Artinya, aktivitas gempa masih dapat terjadi setelah periode tersebut. BMKG akan terus memperbarui perkiraan berdasarkan perkembangan aktivitas seismik yang terpantau.
“Estimasi ini sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang kami rekam,” tambah Nelly. (Knu)