FILM Black Adam dari DC dan Warner Bros. masih berada di puncak tangga box office AS. Pada akhir pekan ketiganya, film ini berhasil meraup USD 18,5 juta (Rp 289 miliar) dari 3.985 bioskop di AS. Kini total pendapatannya di AS menjadi USD 137,4 juta (Rp 2,15 triliun).
Mengutip hlaman The Hollywood Reporter, Minggu (6/11), Black Adam juga mendominasi pasar luar negeri, menghasilkan USD 25,4 juta (Rp397 miliar) lagi dari 76 pasar, kini pendapatannya di luar AS menjadi USD 182,3 juta (Rp 2,8 triliun) dan total pendapatannya di seluruh dunia menjadi USD 319,7 juta (Rp 5 triliun).
Dibintangi Dwayne Johnson, Black Adam memiliki keuntungan selama bersaing dengan film lainnya di tangga box office. Namun, nampaknya itu semua akan berubah pada akhir pekan depan, ketika Marvel dan Disney meluncurkan film Black Panther: Wakanda Forever di bioskop seluruh dunia. Di AS sendiri, Wakanda Forever menargetkan untuk debut dengan meraup USD 175 juta (Rp 2,7 triliun) atau lebih.
Baca juga:
Kemudian, urutan kedua diduduki oleh film anime Jepang One Piece Film: Red dengan meraup USD 9,5 juta (Rp 148 miliar) di AS. One Piece Film: Red memperoleh A CinemaScore dari penonton, dengan total penonton laki-laki mencapai 76 persen. Dari segi usia, 75 persen penontonnya berusia antara 18-34 tahun.
Komedi romantis dari Universal Studio, Ticket to Paradise, berada di posisi ketiga dengan meraup keuntungan USD 8,5 juta (Rp 133 miliar) dari 4.066 bioskop di AS. Turun sekitar 13 persen dari akhir pekan sebelumnya. Kini total pendapatannya di AS menjadi USD 46,7 juta (Rp 731 miliar) dan pendapatan globalnya menjadi USD 137,2 juta (Rp 2,14 triliun).
Baca juga:
Sementara diurutan keempat, film horror Smile dari Paramount berhasil meraup USD 4 juta (Rp 62 miliar) dari 3.046 bioskop di AS. Kini total pendapatannya di AS menjadi USD 99,1 juta (Rp 1,5 tiliun). Di luar AS, film dengan budget produksi USD 17 juta (Rp 266 miliar) ini telah menghasilkan USD 103,8 juta (Rp 1,6 triliun) total pendapatannya secara global menjadi USD 202,9 juta (Rp 3,1 triliun), menjadikannya salah satu film paling menguntungkan di 2022.
Kemudian, Lionsgate yang menawarkan film horor Prey for the Devil berada di posisi kelima di akhir pekan kedua penayangannya. Pendapatannya pun turun 46 persen, hanya berhasil meraup USD 3,9 juta (Rp 61 miliar) dari 2.980 bioskop di AS, dengan total pendapatannya di AS menjadi USD 13,6 juta (Rp 212 miliar). (kna)
Baca juga:
James Cameron Sebut Franchise Avatar Tergantung Popularitas Sekuel

