Relasi

Bisakah Kamu Jadi Bodoh saat Jatuh Cinta?

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 17 November 2019
Bisakah Kamu Jadi Bodoh saat Jatuh Cinta?

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA yang bilang cinta itu buta. Tapi enggak ada yang pernah menyebut jatuh cinta membuat orang jadi bodoh. Yang ada, cinta membuat orang jadi tergila-gila hingga rela berbuat apa saja, bahkan tindakan bodoh sekalipun.

Apa benar demikian?

BACA JUGA: Pasangan yang Saling Setia Bisa Ketahuan dari 3 Tanda Ini

Jatuh cinta merupakan proses biologis yang kompleks dan amat dipengaruhi hormon dalam tubuh. Faktanya, saat jatuh cinta, seseorang menggunakan sebagian besar energinya untuk memikirkan orang yang dicintai.

Itulah yang membuat seseorang kehilangan kemampuan melakukan tugas kognitif, apalagi multitasking dan memecahkan masalah. Semua itu disebabkan tiga hal yang terjadi dalam tubuh seseorang yang sedang jatuh cinta, yaitu euforia, terancam, dan kelelahan.

Sebuah tim peneliti dari University of Pisa menemukan bahwa pada tahap awal hubungan asmara, aktivitas pemancar saraf adrenalin, dopamin, oksitosin, norepinefrin, dan phenylethylamine (PEA, yaitu amfetamin alami) bercampur aduk dan meningkat ketika dua orang saling tertarik. Akibatnya, bagian otak yang mengatur emosi pun menjadi kewalahan.

couple
Fase euforia membuat kamu terobsesi dengan pasangan. (foto: pixabay/StockSnap)

Uniknya, selama fase euforia itu, efek relaksasi yang kamu dapatkan dari hormon serotonin akan menurun, tergantikan dengan obsesi terhadap pasanganmu secara konsisten. PEA juga andil dalam membuat jantungmu berdebar hingga merasa terengah, gemetar, dan muncul keinginan yang amat sangat untuk bersatu dengan orang yang kamu cintai.

Dalam studi itu, pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) dilakukan. Peneliti kemudian memetakan perubahan kimia yang terjadi dan mengamati bagian otak yang berhenti bekerja selama berhari-hari ketika seseorang sedang dimabuk asmara.

Ternyata, korteks frontal yang merupakan bagian otak yang bertugas membuat keputusan dan menilai sesuatu atau seseorang tidak bekerja ketika seseorang jatuh cinta.

man
Saat jatuh cinta, kamu kehilangan kemampuan menilai dan menganalisis. (foto: pixabay)

Menurut penelitian yang dilakukan di University College London, ada banyak bagian otak yang aktif saat kamu dimabuk asmara. Namun, korteks frontal, area besar pada otak, berhenti bekerja padahal sifatnya penting dalam menilai hal tertentu.

Peneliti percaya berhentinya korteks frontal terjadi karena tujuan biologis, misalnya memperlancar urusan reproduksi. Itulah sebabnya orang yang jatuh cinta sulit melihat kesalahan atau kekurangan orang ia cintai.

Kamu mungkin tidak kehilangan kemampuan membaca dan berhitung, tapi saat jatuh cinta, kemampuan kamu menilai, membuat keputusan, dan menganalisis ada pada titik yang bisa disebut 'bodoh'.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan