Bintang American Idol ini Ingin Bunuh Diri saat Tubuhnya Kurus

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 24 Oktober 2017
Bintang American Idol ini Ingin Bunuh Diri saat Tubuhnya Kurus

Kelly Clarkson. (foto: twitter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KELLY Clarkson berbicara blak-blakan tentang bentuk tubuhnya yang fluktuatif, termasuk perjuangannya melawan bulimia saat SMU. Dalam sebuah wawancara terbaru dengan majalah Inggris Attitude, Clarkson membeberkan detail keadaan kepribadian gelapnya saat merilis album Breakaway. Ia menyebut adanya tekanan yang amat besar atas dirinya untuk tamppil layaknya bintang pop.

"Saat saya amat kurus, saya ingin bunuh diri. Saya amat menyedihkan, luar dalam. Itu tejadi selama empat tahun, tapi tak ada yang peduli. Karena secara penampilan itu masuk akal," ujarnya.

Saat itu, Clarkson mengatakan yang ia pikirkan hanyalah menyerah. "Saya mematahkan lutut dan kakiku karena saya hanya mengenakan headphone lalau berlari. Saya berlatih di pusat kebugaran sepanjang waktu," ujarnya.

Perjuangan Clarkson tak berhenti di sana. Ia harus berdebat untuk meraih kontrol atas materi album My December. Buntutnya, ia memecat sang manajer dan memulai konfrontasi publik melawan RCA Records dan Clive Davis.

Untungnya, perjuangan itu berbuah lagu sukses Never Again. Lagu itu tak hanya laris manis terjual, tapi juga menjadi tonggak karier menulis lagu bagi Clarkson. Bahkan menulis laggu baginya seperti sinar pemandu dalam kariernya.

"Kau adalah siapa yang kau pilih untuk berada di sekitarmu. Saya dulunya berada di sekitar orang-orang negatif. Namun, aku harus keluar dari lingkaran itu karena ada juga orang-orang baik di sana. Itu masalah memutar balik, menghadapi mereka dan berjalan ke arah cahaya," ujar Clarkson.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan