Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Big Beauty, Tampil PD meskipun tak Langsing

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 11 Maret 2018
Big Beauty, Tampil PD meskipun tak Langsing

Guru Grooming Yulia F Hartono (kedua dari kiri) mendorong perempuan untuk percaya diri meskipun tidak langsing. (foto: MP/Dwi Astarini)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUNYA tubuh langsing pastilah idaman semua perempuan. Namun nyatanya tubuh perempuan berbeda-beda. Ada yang dikaruniai tubuh ideal, ada juga yang dari lahir diberkahi badan berisi nan montok.

Demikian diungkapkan Guru Grooming Yuliana F Hartono saat tampil di acara Beautifying Indonesia Weekend with Grooming yang digelar di Lippo Puri Mall, Sabtu (10/3). Pakar grooming Indonesia yang sudah mengajar di sejumlah institusi tersebut mengatakan bahwa kurus tidaklah harus jadi ukuran cantik seorang perempuan.

“Buat saya, orang yang selalu ingin kurus itu punya gangguan kejiwaan. Dalam pikirannya, selalu kurus, kurus, kurus,” ujar Yulie.

Hal itu ia ungkapkan bukan tanpa bukti. Ia bercerita bahwa pada Desember lalu didatangi seorang ibu yang ingin anaknya diberi ilmu grooming oleh Yulie. Namun karena Yulie tidak mengajar perorangan, tapi hanya kelas corporate, ia terpaksa menolak permintaan sang ibu. Kegigihan sang ibu akhirnya membuat Yulie bersedia menemui ibu dan anaknya.

Pertemuan itu membuat Yulie amat terkejut. Anak yang diajak ibunya itu ternyata sudah empat tahun menderita gangguan pola makan.

“Anak ini dua tahun kena bulimia, lalu dua tahun kemudian kena anorexia. Semuanya karena ingin kurus. Isunya sama, masalah berat badan,” ujarnya lagi.

Itulah yang kemudian menggerakkannya untuk mengangkat tema Big Beauty untuk acara Beautifying Indonesia Weekend with Grooming. Sebagai contoh kecantikan dalam bentuk tubuh yang tak langsing, Yulie pun menggandeng Titi DJ.

“Titi DJ ini ialah bukti bahwa dengan badan tidak langsing tetap bisa cetar. Jadi, apa pun size Anda, selama masih cantik, ada bentuk badan, dan bisa menarik perhatian orang, just be happy. Berbahagialah,” ujarnya.

Sebagai ahli dalam manajemen sumber daya profesional, Yulie menekankan bahwa dengan berdamai dengan diri sendiri, seseorang bisa bahagia. Orang yang bahagia pada akhirnya akan bisa mencapai kesuksesan dan berhasil.

Hal itu juga yang diungkapkan Titi DJ dalam menghadapi cibiran tentang bentuk tubuhnya.

“Aku sempat ya terganggu dengan komentar terkait dengan berat badan. Sempat lah itu bikin percaya diriku luntur. Namun, aku berdamai dengan diriku sendiri. Menerima bentuk tubuh apa adanya. Tapi tetap make the most of it,” ujar Titi yang hadir di acara yang sama.

Ia juga bercerita tentang tubuhnya yang memang sudah montok sejak lahir. Postur tulang, ukuran payudara, dan bentuk rahang yang besar membuat tampilannya terlihat ‘besar’.

“Sekurus apa pun aku, aku enggak pernah punya baju ukuran S lo. Paling mentok M. Apalagi rahang yang besar, enggak mungkin punya wajah tirus,” ujarnya.

Titi pun membagi tips untuk bisa tampi percaya diri dengan tubuh yang ekstra.

Mindset aku ubah. Bukan tubuh kurus, melainkan yang penting ialah makan makanan sehat. Langsing jadi bonusnya,” ujar Titi.

Senada, Yulie pun mendorong para perempuan bertubuh besar untuk melakukan yang sama dengan Titi.

“Berbadan besar itu bukan berarti obese ya. Yang obesitas, tetap harus olahraga untuk bisa lincah dan gesit. Yang terpenting, berdamailah dengan diri Anda, rawat tubuh dengan makan makanan yang sehat, jangan lupa berolahrga,” pesannya.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan