Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Biarpun Lagi Santai, Jangan Pernah Makan dalam Posisi Tiduran. Ini Bahayanya

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 23 Desember 2017
Biarpun Lagi Santai, Jangan Pernah Makan dalam Posisi Tiduran. Ini Bahayanya

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT menikmati waktu santai, sering kali rasa malas terbawa hingga makan pun dilakukan dalam posisi tiduran. Biasanya sih makan yang disantap sambil tiduran berupa camilan.

Meskipun demikian, posisi makan seperti itu membawa kerugian pada kesehatan Anda. Seperti dilansir dari Science Nordic, ini bahayanya makan sambil berbaring atau tiduran.

Tersedak

Tenggorok punya dua saluran, yaitu untuk pernapasan dan pencernaan. Saluran itu terpisahkan oleh katup epiglotis. Makanan yang masuk ke mulut akan disalurkan melalui saluran pencernaan. Namun, tak menutup kemungkinan makanan bisa saja salah masuk ke saluran pernapasan. Hal itulah yang bisa membuat seseorang tersedak.

Tersedak bisa terjadi apabila posisi tubuh tidak tepat saat makan. Bisa juga akibat naiknya asam lambung. Artinya, zat asam makanan yang berada di lambung bisa naik kembali ke tenggorok dan menyubat saluran pernapasan.

Refluks Asam Lambung

Terkena asam lambung bukan hanya diakibatkan salah mengonsumsi makanan. Posisi makan juga bisa menjadi pemicunya. Umumnya, Anda akan mengalami mual, mudah kenyang, dan muntah. Banyak juga yang akan merasakan munculnya rasa masam pada mulut, nyeri di dada dan ulu hati, serta sulit menelan. Gejala itu disebabkan refluks asam lambung atau kadar asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Pada sistem pencernaan, antara tenggorok dan lambung terdapat sebuah klep. Nah, klep itu berfungsi mengatur jalannya pergerakan makanan. Cara kerja klep itu amat dipengaruhi gaya gravitasi.

Jika Anda makan dengan posisi duduk tegak, klep akan menempel dan bekerja dengan baik pada sistem pencernaan. Namun, ketika makan dengan posisi tiduran, gaya gravitasi akan membuat klep menjadi longgar. Hal itulah yang membuat zat asam yang sudah masuk ke lambung akan kembali naik ke kerongkongan.

Begah

Posisi makan sambil tiduran akan memperlambat proses penyaluran makanan dari mulut menuju lambung. Makanan akan menumpuk di satu sisi, sehingga fungsi sistem pencernaan jadi terhambat. Hal itu akan membuat dinding perut menjadi kaku dan menyebabkan perut bagian bawah mendapat tekanan. Tekanan itu akan membuat makanan didesak masuk ke gerbang katup otot lambung. Akibat desakan itu, usus terpaksa menerima jumlah makanan melebihi kapasitasnya. Perut pun akan terasa begah.

Idealnya, makanan yang sudah sampai ke lambung dialirkan katup otot lambung menuju usus. Oleh karena tidak ada desakan dan tekanan pada posisi makan yang benar dengan cara duduk tegak, makanan akan disalurkan sedikit demi sedikit pada sistem pencernaan. Dampaknya, proses itu tidak akan menimbulkan rasa begah seusai makan.

Jadi agar tidak merasakan dampak negatifnya, mulai sekarang sekalipun hanya makan camilan, pastikan Anda makan dalam posisi duduk tegak, ya.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan