Keluarga

Berteman Selama 60 Tahun, Kedua Pria ini Ternyata....

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 30 Desember 2017
Berteman Selama 60 Tahun, Kedua Pria ini Ternyata....

Alan Robinson dan Walter Macfarlane. (foto: KOHN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADOPSI membuat keduanya terpisah.

Alan Robinson dan Walter Macfarlane ialah teman baik sejak kecil. Namun, hasil uji DNA menyebutkan mereka lebih dari sekadar teman.

Seperti dilaporkan Associated Press (AP), Robinson dan Macfarlane lahir di Hawaii. Jarak umur di antara mereka hanya 15 bulan. Kedua sahabat baik itu pertama kali bertemu saat duduk di bangku kelas 6 SD.

Keduanya terpisah ketika Robinson diadopsi, sedangkan Macfarlane tidak pernah mengetahui siapa ayah kandungnya.

"Aku kira kau tak akan pernah tahu siapa ibu kandungku. Aku tak akan pernah punya sepupu ataupun keponakan," ujar Robinson kepada radio KOHN.

Cerita pertemuan keduanya berawal ketika Macfarlane menemukan laman pencocok DNA. Tak lama, ia menemukan orang yang punya DNA cocok, yakni 'Robi737'.

"Nama panggilan ayahku Robi. Ia menerbangkan Boeing 737 untuk Aloha Airlines. Ia seorang pilot," ujar Cindy, anak Macfarlane.

Setelah bercakap-cakap lewat telepon beberapa kali, kedua pria itu menyadari bahwa mereka punya ibu yang sama. Macfarlane mengaku shocked saat mengetahui hal itu.

Meskipun demikian, saat tumbuh besar bersama, ia dan Robinson memang punya kecurigaan bahwa mereka bersaudara.

"Saat benar-benar dipikir, seperti bentuk lengan kami dan lainnya. Lengan kami sama-sama berbulu," ujar Macfarlane.

Keduanya pun sepakat membagi kabar bahagia itu kepada keluarga dalam sebuah pesta kecil, akhir pekan lalu.

"Ini benar-benar pengalaman yang menyentuh. Aku tak tahu berapa lama aku akan melupakan perasaan ini," ujar Robinson.

Ia juga menambahkan bahwa bertemu saudaranya ialah hadiah Natal terbaik yang ia terima.

Kini, keduanya bersiap menikmati masa pensiun mereka dengan traveling bersama.

Wah, selamat traveling bersama saudara, ya, Pak.(dwi)

Baca juga Kenalkan Bettie Bee, Kucing Bermuka Dua

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan