Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Berteman dengan Mantan? Bisa Saja Kok

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 06 Desember 2017
Berteman dengan Mantan? Bisa Saja Kok

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK sedikit yang langsung bermusuhan setelah putus dari pacar. Namun, ada juga yang malah lebih akur berteman ketimbang menjadi sepasang kekasih.

Sering kali hubungan yang berakhir dilihat sebagai sebuah kegagalan. Meskipun demikian, berteman dengan mantan pacar bukan hal yang mustahil. Studi terbitan jurnal Personal Relationships menemukan pertemanan mungkin terjadi jika Anda dan mantan putus secara baik-baik.

Studi lain terbitan Journal of Social and Personal Relationships menyebut, jika hubungan Anda dulu sudah diawali dengan pertemanan, bukannya tidak mungkin untuk kembali berteman setelah hubungan bubar jalan.

Menurut Rebecca Griffith, psikolog dari Universitas Kansas, Amerika Serikat, penelitian sebelumnya melaporkan 60% pasangan yang sudah putus tetap menjalin hubungan pertemanan.

Meski begitu, kembali menjalin pertemanan dengan si mantan mungkin bisa sedikit sulit untuk kasus-kasus tertentu. Semisal jika Anda putus karena perselingkuhan, kecemburuan, atau masalah kepercayaan.


Alasan berteman dengan mantan


Ada empat alasan utama mengapa seseorang tetap memilih untuk berteman dengan mantan pacarnya. Hal itu disebutkan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal American Psychological Association.

- Rasa aman

Seseorang yang sudah putus tak ingin kehilangan dukungan emosional, saran, dan kepercayaan dari orang yang dulu sangat dekat dengannya.

- Alasan praktis

Berteman dengan mantan (suami) untuk alasan praktis, mungkin juga karena alasan finansial atau anak.

- Menghargai

Karena ngin bersikap sopan dan tidak ingin melukai perasaan orang lain, Anda biasanya tetap menjalin hubungan pertemanan.

- Masih ada rasa

Ada juga yang masih berteman karena masih ada perasaan yang belum hilang. Alasan itu merupakan yang paling sering diungkapkan.

Dari keempat alasan itu, dua berkaitan dengan kebutuhan emosional, yaitu keamanan dan perasaan yang belum terselesaikan. Dua alasan lagi berkaitan dengan kebutuhan nonemosional, yaitu praktis dan menjaga perasaan mantan pacar.

Ternyata, alasan nonemosional cenderung lebih mengarah pada persahabatan yang bertahan lama dan awet. Hubungan yang menimbulkan perasaan positif, yang membuat seseorang merasa aman dan bahagia, cenderung lebih berkembang daripada yang menimbulkan perasaan negatif.

Uniknya, alasan berteman karena masih menyimpan perasaan yang dikaitkan dengan perasaan negatif biasanya akan bertahan lama. Dalam studi pada 2016, beberapa orang mengakui bahwa masih ingin berteman dengan mantan karena mereka masih menyimpan perasaan dan tidak dapat membayangkan mantan berpacaran dengan orang lain.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan