Bergabungnya Partai Berbasis Massa Islam Genjot Elektabilitas Ahok-Djarot

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 15 April 2017
Bergabungnya Partai Berbasis Massa Islam Genjot Elektabilitas Ahok-Djarot

Peneliti Charta Politika Yunarto Wijaya. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan bahwa ada kecenderungan peningkatan elektabilitas suara paslon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Ahok-Djarot dalam survei yang digelar 7-12 April 2017.

Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang turut mengangkat peraihan suara berdasarkan hasil survei.

"Temuannya kalau kita melihat exit pulse pada saat 15 Februari, Ahok kalah sekitar 12 persen. Dan sekarang di survei kami Ahok berada pada angka 47,3 persen melawan Anies-Sandi 44,8 persen, akhirnya mencapai golden cross," kata Yunarto di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4).

Yunarto menilai ada beberapa hal yang menyebabkan elektabilitas Ahok-Djarot meningkat, yakni faktor debat yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu, serta sisi fakta persidangan kasus penodaan agama yang mengarah bahwa Ahok tidak bersalah dalam pengutipan Surat Al Maidah Ayat 51.

"Fakta persidangan membuktikan bahwa Ahok mampu menepis anggapan telah melakukan penistaan agama," katanya.

Selanjutnya, ada faktor bertambahnya dukungan dari partai berbasis massa Islam.

"Setidaknya pengaruh bergabungnya partai berbasis massa Islam turut mengangkat elektabilitas," imbuhnya.

Ia pun menyebut data yang diperoleh dari riset surveinya linier dengan data SMRC dan Polmark. Ada kecendrungan peningkatan elektabilitas.

Sebelumnya, Charta Politika mengadakan survei terhadap masyarakat DKI Jakarta menjelang pencoblosan putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7-12 April 2017 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 782 responden dari 1.000 yang direncanakan, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi. Yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berita terkait Pilgub DKI Jakarta 2017 baca juga: Survei Charta Politika: Ahok-Djarot Rebut Suara Anak Muda

#Pasangan Ahok-Djarot #Pilgub DKI 2017
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
PWNU Jakarta Sebut RK, Anies, Pras PDIP, hingga Kaesang Layak Jadi DKI 1
Banyak Tokoh nasional yang mempuni hingga layak dipertimbangkan sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Wisnu Cipto - Sabtu, 09 Maret 2024
PWNU Jakarta Sebut RK, Anies, Pras PDIP, hingga Kaesang Layak Jadi DKI 1
Indonesia
Ridwan Kamil Pertimbangkan Opsi Maju di Pilgub DKI atau Jabar di 2024
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menuturkan dirinya membidik peluang di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jabar atau DKI Jakarta Tahun 2024, dua peristiwa politik tersebut merupakan peluang yang paling rasional bagi dirinya untuk bisa berlaga kembali di kancah politik dalam kurun waktu dekat ini.
Mula Akmal - Kamis, 25 Mei 2023
Ridwan Kamil Pertimbangkan Opsi Maju di Pilgub DKI atau Jabar di 2024
Indonesia
Golkar Ucap Terima Kasih pada PSI Terkait 2 Kadernya Didukung Jadi Cagub DKI
Golkar DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang telah merilis dua kadernya masuk dalam Rembuk Rakyat untuk menentukan calon gubernur (cagub) DKI pada Pilkada 2024 mendatang.
Mula Akmal - Minggu, 21 Mei 2023
Golkar Ucap Terima Kasih pada PSI Terkait 2 Kadernya Didukung Jadi Cagub DKI
Bagikan